Penyejuk Hati on Facebook

Sabtu, 19 Mei 2012

Gadis Berhijab Dengan Jilbab


Sembari waktu berjalan, pada kurun waktu sebelum sang jungjungan dilahirkan keindahan jilbab sudah merangkai sejarah bumi.bahkan jilbabpun tiba-tiba menjunjung tinggi menjadi inspirasi para bidadari dilangit.. hingga kini jilbab mesih terus berputar pada kehormatan perempuan, aku terkesima. dan inilah kisah jilbab aku coba memaparkan pada kalian yang berjiwa suci

(Dia berjalan, menyusuri trotoar jalanan panas kota jakarta.
sesekali matanya yang tertutup kain putih di sekahnya dengan lentik tanganya yang mungil).

Tuhan,
Gadis berhijab dengan jilbab,
hatiku tergerai oleh keindahannya.
pada jilbab itu seakan ada wajah surga yang maha indah,
pada jilbab itu seakan ada wajah kerinduan yang disembunyikan
Tuhan,
Benar kata-Mu.
Jilbab yang Kau nisbatkan sebagai penutup aurat pada bulan-bulan
adalah kebenaran hingga aku tak mungkin untuk tidak mengakuinya.

Tuhan,
Di tengah terik matahari jalanan kota besar ini
engkau pertemukan aku dengan keindahan itu
Tuhan,
Sekarang idzinkan aku mengabarkan pada mereka
yang lahir sebagai hawa
bahwa jilbab bukan sekedar penutup semata.
semoga mereka tergugah…….

***

Setelah malam tiba, dan sayup suara angin berbaur dengan nafas hangat
para istirah, saat itulah seperti kilau cahaya kerlap kerlip melipat malam
kulihat seribu hijab menuju ke langit arsy

Kembali aku terpesona, aku rasakan tangan tangan halus nan mungil mengusap-ngusap keningku sembari berucap dengan bahasanya yang begitu merdunya,
dan bahkan mengalahkan kemerduan suling daud yang abadi. :

“Tuhan telah memanggil kami,
Tuhan telah memanggil kami,
tidakkah kau tergerak untuk
memintanya supaya kami diidzinkan menemanimu.
Ataukah kau tak lihat
betapa masih sucinya kami,
dengan perantara hijab yang telah diwajibkan pada kami kaum wanita”

kembali untuk yang kesekian aku terpana.
Dia, dia itu gadis yang tadi sore dengan
segalah keindahannya menutup mahkotanya dengan serai jilbab paripurnah.

Tuhan….
Andai aku boleh bertanya, biarlah aku bertanya tentang
apa yang kusaksikan, setidaknya untuk malam ini

Tuhan,
Di tengah hiruk pikuk panasnya dunia ini, atau
diantara rusaknya dunia ini, masih adakah wanita seindah dia,
benarkah ini bukan sekedar mimpi maupun fatamurgana?

Ah, Tuhan! betapa sulitnya kami mencari wanita khatijah
wanita dengan kesabaran dan kesetiaan Fatimah yang Kau mulyakan
wanita Sulaikha yang mengakui kekhilafannya karena rasa cintanya terhadap-Mu

Wanita Berhijab dengan Jilbab itu
mungkinkah menggunakannya hanya sekedar mengikuti
derasnya zaman yang telah beruba.

Wqnitq berhijab dengan jilbab itu,
jika ia masih ada saat ini, berilah kekuatan
ridha dan rahmat-Mu….

dan mereka yang kini liar dengan keindahan dunia ini
aku mohon dengan sangat, bisikkan di hatinya
bahwa jilbab itu adalah keindahannya.

Wanita berhijab dengan jilbab itu,
andai semua seperti wanita sore itu
betapa damainya dunia ini.

Wanita yang berhijab dengan jilbab
BERBANGGALAH KALIAN SEBAB KALIAN SEINDAH INDAHNYA PERHIASAN
wanita yang menarik dari bulan itu,
berilah rahmat-Mu, sampai ia kembali
menjadi jelmaan bidadari
Tuhan….aku mohon dengan sangat

(cerita percakapan anak kecil dengan para malaikat kepada bundanya )

…..dan para malaikat-pun merindukanmu hai kalian para perempuan yang berhijab dengan jilbab…..

Di tengah pematang sawa seribu mata burung mengintip senja
kulihat dengan kaki telanjang perempuan itu bermain dengan ilalang
pada matanya tersirat keluguan,
di dekatnya anak kecil meremas kain sutra penutup kepala mungilnya.
“bunda, aku ingin melihat malaikat?”
Sejenak perempuan berwajah langsat itu memandang lekat matanya seraya berkata:
“Nak, baru kemaren sekitar dua tahun yang silam, sebelum kau keluar dari rahim bunda,
malaikat-malaikat selalu bersamamu, menemanimu kemanapun kau pergi. masihkah kau ingat peristiwa itu?”
“Ya bunda, para malaikat itu pernah bilang kepadaku, maukah bunda mendengar percakapanku dengannya, hingga aku mengerti apa maksudnya dia berkata begitu kepadaku?”
“Ceritalah nak, bunda setia mendengar ceritamu”
****
Bunda, saat itu malam sudah mendekati fajar, udara dingin telah mensuk hampir kesemua bulu pori kulitku, aku terharu saat tiba-tiba salah satu dari malaikat penjagaku menyematkan selindang sutra ke pangkuanku, dan ia memberiku isyarat supaya aku menggunakannya.
Ah bunda, saat itu apalah dayaku, tanganku yang kecil tak mampu memasangnya dengan sempurnah, lalu dengan penuh kasih yang tak terkira, tangan-tangan indah malaikat sahabatku itupun memakaikannya ke altar kepalaku. kemudian dia berkata; Kau tahu anakku, bahwa kehormatanmu adalah auratmu, kehormatanmu adalah keindahan rambutmu yang semilir ombak sagara. kelak kalau kau sudah tidak bersama kami, mintalah pada bundamu, supaya ia selalu menutupi keindahan kehormatanmu dengan hijab surga ini.
Bunda, hatiku bangga, taukah saat pertama aku bertemu dengan bunda, saat itu aku menangis bukan lantaran cengengku bertemu dengan dunia, melainkan tangis oleh rasa haru lantaran melihat bunda begitu indah memakai hijab dari surga itu.
Bunda, sekarang aku tidak takut lagi pada kerasnya dunia dan kemunafikan yang berserak di sana,
aku sudah menutup keindahanku dengan hijab dari surga, ah bunda, tahukah bunda, tiap malam para malaikat itu selalu membisiku bahwa surga dan para penghuninya menitip salam padaku, betapa mereka merindukan kedatanganku dengan jilbab diantara tubuhku ini…..
***
Nak, kelak bila aku yang berangkat duluan menghadapnya, bunda akan kabarkan pada mereka penghuni surga dan para malaikat sahabatmu itu, bahwa engkau masih tetap bersahaja dengan hikabmu……dan teruslah berhijab dengan jilbabmu, keindahanmu adalah jiwa surga yang diimpikan.

AKHIRNYA…..

(Dan aku tak mampu mengeja namaku sendiri,sebagaimana keraguanku menyingkap nasib dlm setiap hurufnya apabila tertera utuh.aku kwatir ampunan yg kurindukan .yg ada cibiran bukan senyum bunga desaku tp kilatan halilintar seperti kisahku pd hujan badai yg menghentak.seolah tak bertepi .senyummu hai gadis berpesona dengan jilbab yg senantiasa mengembang agar tdk hanya menj2di sebuah cerita.meski tak sempat kunikmati keìndahanya,paling tdk slalu menghiasì senyummu yg dulu mengembang slalu. Akulah yang selalu merindukan keindahanmu selama jilbabmu masih mengalung diantara kepala dan lehermu hai wanita)

0 komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda