Penyejuk Hati on Facebook

Kamis, 09 Agustus 2018

PESANTREN DI JAWA BARAT

Silsilah pendirian Pondok Pesantren di Jawa Barat.....

1. Tahun 1418 berdiri Pesantren Syekh Quro.
Karawang
2. Tahun 1420 berdiri Pesantren Pasambangan
Cirebon oleh Syekh Datuk Kahfi atau Syekh
Nurjati
3. Tahun 1456 berdiri Pesantren Jalagrahan Cirebon Girang oleh Walangsungsang alias Ki Samadulah alias Haji Abdullah Iman alias Cakrabuana alias Ki Kuwu Sangkan alias Ki Kuwu Manggana
4. Tahun 1500 berdiri Pesantren Godog Karangpawitan Limbangan Garut oleh Sunan Rohmat Suci Godog alias Gagak Lumayung alias Galantang Setra alias Kian Santang alias Sunan Bidayah
5. Tahun 1520 berdiri Pesantren Sang
Ciptarasa oleh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Djati
6. Tahun 1715 berdiri Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon oleh Ki Jatira alias Syekh Hasanuddin
7. Tahun 1749 berdiri Pesantren Al-Falah Biru Singguru Samarang Garut oleh Syekh Fatah Rohmatulloh bin Dewi Ratu Biru binti Sultan Maulana Hasanuddin Banten bin Syarif Hidayatullah Cirebon
8. Tahun 1785 berdiri Pesantren Buntet
Cirebon oleh Mbah Muqoyyim
9. Tahun 1810 berdiri Pesantren Gentur Cianjur oleh Tubagus Syatibi ayahnya tb.Ahmad Haq Nuh (aang nuh)
10. Tahun 1809 berdiri Pesantren
CiBeunteur Banjar
11. Tahun 1847 berdiri Pesantren Asyrofuddin Congeang Sumedang
12. Tahun 1887 berdiri Pesantren Keresek Garut
13. Tahun 1894 berdiri Pesantren Darul Falah Jambudipa Cianjur
14. Tahun 1897 berdiri Pesantren Kandang Sapi Cianjur
15. Tahun 1905 berdiri Pesantren Suryalaya Pagerageung Tasikmalaya
16. Tahun 1911 berdiri Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Banjar, Pesantren Sempur Purwakarta oleh Kyai Tubagus Bakri Banten.
17. Tahun 1913 berdiri Pesantren Darul Ulum Ciamis
18. Tahun 1917 berdiri Pesantren Cintawana Tasikmalaya
19. Tahun 1910 berdiri Pesantren Pagelaran I Cimeuhmal Subang
20. Tahun 1920 berdiri Pesantren Pagelaran 2 Cimalaka Sumedang
21. Tahun 1922 berdiri Pesantren Sukahideng Sukarame Tasikmalaya, Pesantren Genteng Sukabumi, Pesantren Baitul Arqom Soreang Bandung
22. Tahun 1927 berdiri Pesantren Sukamanah Sukarame Tasikmalaya
23. Tahun 1929 berdiri Pesantren Darussalam Cidewa Ciamis
24. Tahun 1920 berdiri Pesantren Bahrul Ulum Awipari Cibeureum Kota Tasikmalaya oleh KH Busthomi
25. Tahun 1931 berdiri Pesantren Cipasung Singaparna Tasikmalaya, Pesantren Cipari Garut, Pesantren Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Bandung
26. Tahun 1934 berdiri Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh Sukabumi, Pesantren Al Ittifaq Ciwidey Bandung
27. Tahun 1935 berdiri Pesantren Cijantung Ciamis
28. Tahun 1936 berdiri Pesantren Persis Pajagalan Bandung
29. Tahun 1939 berdiri Pesantren Darussalam Garut
30. Tahun 1940 berdiri Pesantren Miftahul Khoer Ciamis
31. Tahun 1943 berdiri Pesantren Al Fadlilah Ciamis
32. Tahun 1961 berdiri Pesantren Pagelaran 3 Cisalak Gardusayang Sukakerti Subang
33. Tahun 1967 berdiri Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya

Dari pesantren semua berawal
Dari pesantren jutaan pejuang lahir
Dari pesantren para pemimpin tampil
Dari pesantren kedaulatan ummat terbangun

Kami bangga dengan pesantren
Kami siap melanjutkan amanah para ulama
Selama pesantren masih lestari harapan indonesia ke arah yg lebih baik masih ada..

IBLIS BERKHUTBAH

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI…

Iblis berkhutbah…??, benar…ia berkhutbah…bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ
"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563)
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :
يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم
"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan…." (Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan…tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam…tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!
Khutbah tersebut…
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah 'alaihi
Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu".
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih". Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka" (QS Ibrahim : 22-23)
Demikianlah khutbah Iblis tersebut….setelah ia menggoda manusia…setelah menipu mereka…setelah menjerumuskan mereka dalam neraka…setelah tercapai cita-citanya…lalu…
Iapun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya…
Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri…
Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya…
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa "Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih"…lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini….orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat, tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah…hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis….wal'iyaadzu billah.

# Ya Alloh Semoga Kami dan keluarga kami tidak termasuk orang yang condong dalam kesesatan Amiin... #

SIRAH SINGKAT WALI SONGO

Siroh Singkat Wali Sanga

Mawlana Habib Luthfi Bin Yahya

Sebenarnya Wali Sanga di Indonesia itu tidak hanya yang biasa dikatakan oleh ahli sejarah, Saya akan bercerita tentang Wali Sanga yang ini menyimpang dari para ahli sejarah. Ahli sejarah itu membuatnya berdasarkan kepentingan politik. Wali sanga itu ada lima generasi.

Generasi pertama dipimpin oleh Syaikh Jamaludin Husein atau Syeikh Jumadil Kubro yang membawahi delapan wali lainnya. Sebagian terpencar di Sumatera.

Generasi kedua dipimpin oleh Syaikh Maulana Al-Malik Ibrahim yang membawahi delapan wali lainnya diantaranya Sayyidina Imam Quthub Syarif bin Abdullah Wonobodro, Syaikh Muhammad Sunan Geseng, Sayyid Ibrahim, Sunan Gribig, Amir Rahmatillah Sunan Tembayen, Imam Ali Ahmad Hisamuddin (Cinangka, Banten lama), al-Imam Ahmad Zainul Alam.

Generasi ketiga dipimpin oleh Imam Maulana Ibrahim Asmoroqondi / Pandito Ratu (Tuban, Gresik) yang membawahi delapan sunan, diantaranya: Sunan Ali Al-Murtadlo (Genjang), Wali Lanang (Maulana Ishaq), Imam Ahmad Rahmatillah, Sayyid Jalal Tuban, Syaikh Datuk Kahfi / Dzatul Kahfi / Sayyid Mahdi Cirebon, Syaikh Muhammad Yusuf Parang Tritis Jogja, Syaikh Maulana Babullah (Belabenung).

Generasi keempat dipimpin oleh Imam Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel) yang membawahi delapan sunan diantaranya: Sultan Abdul Fatah, Sunan Drajat, Syaikh Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syaikh Maulana Utsman Haji, Syaikh Muhammad bin Abdurrahman (Sunan Mejagung), Syaikh Maulana Ja’far Shadiq (Sunan Kudus), Sayyid Abdul Jalil (Sunan Bagus Jeporo, Bukan Syaikh Siti Jenar).

Generasi kelima dipimpin oleh Sunan Bonang yang membawahi delapan wali, diantaranya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijogo, Sultan Trenggono, Sunan Zainal Abidin / Qadli Demak, Sunan Muria.

Pada masa Syaikh Jamaluddin Husein perjuangan dititikberatkan pada keorganisasian, dedikasi, ekonomi. Kemudian dilanjutkan dalam dunia pendidikan dan pengkaderan pada masa Sayyid Malik Ibrahim, sehingga dapat memasuki wilayah kerajaan tanpa campur tangan politik dan (imbalan) ekonomi. Selanjutnya pada masa Syaikh Asmoroqondi, mulai dilakukan pengaturan struktur organisasi sebagai media dakwah serta memperkuat perekonomian dan spiritual. Selanjutnya pada masa Sunan Ampel dilanjutkan dengan pemetaan geografi dan antropologi, pembangunan ekonomi dan pertanian, pengelolaan tanah hadiah dari Hayam Wuruk dan Gajah Mada, sehingga bisa menghidupi dakwah dan pendidikan. Selain itu, kerapian organisasi lebih disempurnakan sehingga melahirkan ketatanegaraan/negarawan, ekonom, pertanian, yang diantaranya dipegang oleh putra beliau, Maulana Hasyim, seorang ulama, fuqoha, tasawwuf, ekonom, mampu memberdayakan ekonomi umat, sehingga fuqara, masaakin, aytam, dan para siswa terjamin hidupnya.

Sunan Bonang; merupakan seorang yang ‘allaamah, membidangi segala ilmu, guru besar dari para sultan/ratu, senopati, adipati, tumenggung, dan guru para wali dan ulama. Kedudukan beliau shulthaan al-auliyaa’ fii zamaanihi.

Imam Ja’far Shadiq; merupakan seorang muhaddits dan faqiih, mahir ilmu kelautan, ekonomi, dan pola pendidikan sehingga mampu mensejahterakan kerajaan dan lingkungan, serta seorang budayawan.

Sunan Kalijogo; merupakan seorang ‘alim yang sangat memahami budaya, sekalipun aliran-aliran dan agama lain, sehingga mampu mengendalikan segala aliran, dari situ beliau mendapat gelar Kalijogo (kalinya aliran-aliran). Disamping itu, beliau merupakan budayawan, seniman, pengarang gending dan lagu yang berbentuk puisi ataupun syair. Beliau juga seorang dalang yang mampu memadukan dari mahabharata menjadi carangan, dari carangan menjadi karangan dan karangan itu menjadi pakem para dalang. Media tersebut juga menjadi media dakwah.

Sunan Giri (Muhammad ‘Ainul Yaqin); merupakan seorang yang mahir hukum, mufti di zamannya dan fatwanya sangat ditaati, pengaruh beliau sampai pada anak cucunya, diantara keabsahan para sultan di jawa, beliaulah yang melantiknya.

Sultan Abdul Fatah; merupakan seorang ‘alim bijaksana, luas wawasannya dalam kebangsaan, seorang negarawan, seorang politisi yang sangat rapi dalam mengatur struktur pemerintahan di zamannya, pengaruh beliau sampai malaka bahkan Turki di zaman itu.

Syaikh Ali Zainal Abidin / Qadli Demak; merupakan orang yang ‘allamah, kebijakan-kebijakan beliau dalam syariat sangat dihargai pada waktu itu, beliau sangat sukses dalam menjaga pemerintahan, keamanan, dan pertahanan nasional.

Sunan Gunung Jati; merupakan orang yang sangat ‘allamah, negarawan, budayawan, ahli strategi, pengaruhnya sangat luar biasa di kalangan muslim maupun non muslim, disegani dan dicintai umat, serta menjadi pelindung umat dan bangsa.

Sunan Muria; merupakan shulthaan al-Auliyaa’ fii zamanihi, pembesar ahli thariqah, budayawan, seniman, ekonom. Pengaruh beliau sangat luar biasa dari semua kalangan menengah, atas, dan bawah. Pertumbuhan thariqoh di zamannya mekar. Beliau pendamai dan sangat disegani dan dicintai umat.

Sunan Bagus Jeporo (Syaikh Abdul Jalil); merupakan seorang sufi yang faqih, pengendali dari bentuk gejolak yang akan membawa perpecahan, sehingga tumbuh kedamaian dan ketentraman. Syaikh Abdul Jalil ini bukan Syaikh Abdul Jalil yang Syaikh Siti Jenar.

Demikianlah Siroh singkat Wali Songo yang disampaikan Habib Muhammad Luthfi Yahya di ndalem beliau pada hari jumat tanggal 13 April 2012, yakni ketika kami dari Idarah ‘Aliyah MATAN berkonsultasi terhadap pola pengkaderan di MATAN, lalu beliau memberi masukan agar pola pengkaderan di MATAN seperti kisah Wali Songo.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran, hikmah, dan menjadikan kisah di atas sebagai teladan untuk gerak dan perjuangan kita. Amien. Al-Fatihah

#Copy

RUNDAYAN KANGJENG NABI MUHAMMAD SAW

#SILSILAH ROSULULLOH

Wajib ka jalma islamna
Uninga rundayan nana
Jeng Nabi utusan ALLOH
Muhammad putra Abdulloh
Abdulloh putra Mutholib
Mutholib putra na Hasyim
Hasyim putra Abdi Manaf
Abdi Manaf putra Qushoy
Qushoy putra Kilab
Kilab putrana Murroh
Murroh putrana Ka'ab
Ka'ab putrana Lu'ay
Lu'ay putrana Gholib
Gholib putrana Fihir
Fihir putrana Malik
Malik putrana Nadhor
Nadhor putra Kinananah
Kinanah putra Khuzaimah
Khuzaimah putra Mudrikah
Mudrikah putrana Ilyas
Ilyas putrana Mudhor
Mudhor putrana Nizar
Nizar putrana Ma'ad
Ma'ad putra na Adnan
Ti Adnan dugi ka Adam
Haram nguningakeun nana
Sabab taya jalan shoheh
Dina mertelakeun nana

Wajib deui uningana
Rundayanna  ti Ibu na
Jeng Nabi utusan ALLOH
Muhammad putra Aminah
Aminah putrina Wahab
Wahab putra Abdi Manaf
Abdi Manaf putra Zuhroh
Zuhroh putrana Kilab
Tepang deui jeung ramana
Ti Qilab Janggawarengna
Jadi Ibu jeung Rama na
Masih keneh sa rundayan

#PUTRA PUTRI ROSULLOH

Salajeng na hayu dulur
Cuang d papay ti luhur
Tujuh putra Rosulloh
Kahiji Sayyid Abdulloh
Kadua na Sayyid Qosim
Katilu Sayyid Ibrohim
Opat Sayyidah Ruqoyah
Lima Sayyidah Ummu Kultsum
Genep Sayyidah Zainab
Tujuh Sayyidah Fatimah
Sadayana Ahli Surga
Mugi urang ka babawa

#PUTU NA ROSULULLOH

Rosululloh deudeuh pisan
Ka incu na mikaheman
Aya tujuh sadayana
Apalkeun hiji-hiji na
Kahijina Sayyid Hasan
Kaduana Sayyid Husein
Katilu Sayyidah Kultsum
Kaopat Sayyidah Zainab
Kalimana Sayyid Mukhsin
Kagenepna Sayyid Ali
Tujuh Sayyidah Umamah
Ku Nabi di pikanya'ah

#WAFAT ROSULULLOH

Dupi wafat Rosululloh
Di Madinah Al-Munawwaroh
Dua belas Robi'ul Awwal
Dinten senen sing ka apal
Taun Sabelas Hijriyah
Ngetang Nabi ngawitan Hijrah
Genepratus Tilu Dua
Dina taun Masehina
Tepat kaping Tilu Juni
Sekitar Masjid Nabawi
Kanjeng Nabi di kurebkeun
Maqom na ge di Mulyakeun

Sabtu, 14 April 2018

ISTRI ISTRI NABI MUHAMMAD SAW

1. Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha (556-619 M)
Beberapa hal yang terkait dengan Khadijah bintu Khuwailid, di antaranya adalah :
Khadijah bintu Khuwailid adalah seorang wanita yang berasal dari bangsa Quraisy, Beliau lahir pada tahun 68 sebelum hijrah. akan tetapi Beliau terkenal memiliki kemuliaan, baik dari segi nasab maupun akhlaknya. Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam pernah bersabda :
ﺧَﻴْﺮُ ﻧِﺴَﺎﺋِﻬَﺎ ﻣَﺮْﻳَﻢُ ﺍﺑْﻨَﺔُ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﻧِﺴَﺎﺋِﻬَﺎ ﺧَﺪِﻳﺠَﺔُ
Artinya “Wanita terbaik ialah Maryam putri Imran dan Khadijah ” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Status Khadijah sebelum menikah dengan dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam adalah janda yang ditinggalkan wafat oleh dua suami terdahulunya, yang bernama Abi Haleh Al Tamimy dan Oteaq Almakzomy.
Bagi Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam, Khadijah adalah istri Beliau yang pertama. Dan selama menikah dengan Khadijah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tidak pernah melakukan poligami, kecuali setelah Khadijah wafat.
Khadijah merupakan istri yang paling dicintai oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam setelah Aisyah Radhiyallahu’ Anha. Bahkan karena kecintaan Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam terhadap Khadijah membuat Aisyah cemburu, beliau pun (Aisyah Radhiyallahu’ Anha) berkata :
ﻣﺎ ﻏﺮﺕُ ﻋﻠﻰ ﻧﺴﺎﺀِ ﺍﻟﻨﺒﻲِّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺧﺪﻳﺠﺔَ . ﻭﺇﻧﻲ ﻟﻢ ﺃُﺩﺭﻛﻬﺎ . ﻗﺎﻟﺖ : ﻭﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﺇﺫﺍ ﺫﺑﺢ ﺍﻟﺸﺎﺓَ ﻓﻴﻘﻮﻝ ” ﺃﺭﺳﻠﻮﺍ ﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﺻﺪﻗﺎﺀِ ﺧﺪﻳﺠﺔَ ” ﻗﺎﻟﺖ ، ﻓﺄﻏﻀﺒﺘُﻪ ﻳﻮﻣًﺎ ﻓﻘﻠﺖُ : ﺧﺪﻳﺠﺔُ ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ” ﺇﻧﻲ ﻗﺪ ﺭُﺯِﻗْﺖُ ﺣُﺒَّﻬﺎ
Artinya:
“Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah berjumpa dengannya. Biasanya ketika beliau menyembelih kambing, beliau memerintakan: “bagikanlah daging kambing ini kepada teman-teman Khadijah“. Suatu hari, kecemburuanku membuat beliau marah. Kataku, “Khadijah?” beliau lalu mengatakan, “Aku dikaruniai rasa cintah kepadanya.” (HR Al Bukhari)
Khadijah adalah wanita yang merupakan ibu kandung dari seluruh putra-putri Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, kecuali Ibrahim. Adapun putra-putri Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang lahir dari rahim khadijah adalah : Al- Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Abdullah. Semua putra-putri Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tersebut wafat sebelum Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam wafat, kecuali Fathimah.
Khadijah Radhiallahu’ anha wafat ketika beliau berusia 6 tahun, tepatnya 3 tahun sebelum Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam hijrah ke Madinah.
Para Ulama berbeda pendapat tentang usia Khadijah ketika Beliau dinikahi oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam.
Pendapat pertama menyatakan bahwa ketika menikah dengan Khadijah, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Pendapat tersebu berdasarkan sebuah riwayat yang disebutkan Ibnu Sa’ad dalam At-Thabaqat Al-Kubro :
ﻭﺗﺰﻭﺟﻬﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﺑﻦ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺳﻨﺔ ﻭﺧﺪﻳﺠﺔ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺑﻨﺖ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﻭﻟﺪﺕ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻔﻴﻞ ﺑﺨﻤﺲ ﻋﺸﺮﺓ ﺳﻨﺔ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya (Khadijah) ketika beliau berusia 25 tahun, sementara Khadijah berusia 40 tahun.”
Pendapat kedua menyatakan bahwa ketika menikah dengan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, Khadijah berusia 28 tahun. Hal ini berdasarkan pada sebuah riwayat Al Hakim yang menyatakan bahwasannya dari Muhammad Ibnu Ishaq berkata :
ﻭﻛﺎﻥ ﻟﻬﺎ ﻳﻮﻡ ﺗﺰﻭﺟﻬﺎ ﺛﻤﺎﻥ ﻭﻋﺸﺮﻭﻥ ﺳﻨﺔ
Artinya “Pada hari pernikahannya (Khadijah), beliau berusia 28 tahun.”
Pendapat ketiga menyebutkan bahwa ketika menikah dengan Khadijah, saat itu Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam berusia 25 tahun, sedangkan khadijah sendiri kala itu berusia 35 tahun. Pendapat tersebut dinukil oleh Al-Baihaqi dari Al-Hakim bahwa usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menikah dengan Khadijah adalah 25 tahun, sedangkan usia Khadijah ketika itu adalah 35 tahun.
2. Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha (596-674 M)
Ada beberapa hal yang terkait dengan Saudah bintu Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anh, di antaranya :
Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha merupakan wanita yang dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam setelah Khadijah wafat. Beliau merupakan satu-satunya istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam hingga Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam menikah dengan Aisyah.
Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha merupakan janda dari seorang sahabat bernama Sakran bin Amr Al-Amiry yang wafat di Habasyah. Lalu datanglah Rasulullah Shalallahu Alalihi Wassalam meminang Saudah, dan akhirnya Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam menikahi Saudah bintu Zam’ah pada bulan Ramadhan tahun 10 hijriyah.
Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha adalah tipe istri yang menyenangkan bagi baginda Rosul. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibrahim AN-Nakha’i dalam kisahnya. Dalam kisah yang tertulis dalam Thobaqoh Kubra tersebut mengatakan bahwa:
“Saudah berkata kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Wahai Rasulullah tadi malam aku shalat di belakangmu, ketika ruku’ punggungmu menyentuh hidungku dengan keras, maka aku pegang hidungku karena takut kalau keluar darah,” maka tertawalah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam , Ibrahim berkata, Saudah biasa membuat tertawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan candanya.”
Saudah bintu Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha adalah salah satu istri Baginda Rasul yang taat dan setia hingga Beliau wafat, ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam hendak menceraikannya, maka Saudah pun memohon agar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tidak melakukan hal itu.
Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha adalah termasuk istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang berperan dalam penyebaran sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, di mana beliau menghafall dan menyampaikan hadist-hadist yang banyak diriwayatkan oleh para imam terkemuka seperti Nasai, Ahmad, Bukhari, serta Abu Dawud.
Saudah bintu Zam’ah bin Qois
radhiyallahu ‘anha wafat pada akhir kekhilafan Umar, tepatnya tahun 54 hijriyah di Madinah.
3. A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhma (614-678 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhma, di antaranya :
Ummu Abdillah Aisyah Ash-Siddiqoh binti Ash-Shiddiq adalah wanita yang dinikahi oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam setelah Saudah bintu Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha. Beliau adalah putri dari sahabat Abu bakar Ash-Shiddqi.
Keistimewaan lain yang dimiliki A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhma adalah bahwa kesuciannya telah diakui Allah SWT dari atas langit ketujuh, dan Malaikat telah menampakkan A’isyah kepada Baginda Rasul sebelum Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam menikahi A’isyah.
Hal tersebut sebagaimana sabda Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam :
ﺭﺃﻳﺘُﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺎﻡ ﺛﻼﺙ ﻟﻴﺎﻝ ، ﺟﺎﺀ ﺑﻚ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻓﻲ ﺳﺮﻗﺔ ﻣﻦ ﺣﺮﻳﺮ، ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﻫﺬﻩ ﺍﻣﺮﺃﺗﻚ ﻓﺄﻛﺸﻒ ﻋﻦ ﻭﺟﻬﻚ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻧﺖ ﻓﻴﻪ، ﻓﺄﻗﻮﻝ : ﺇﻥ ﻳﻚ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳُﻤﻀﻪ
Artinya:
“Aku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu berkata, ‘Ini adalah istrimu’. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, ‘Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ummu Abdillah Aisyah Ash-Siddiqoh binti Ash-Shiddiq adalah wanita yang paling dicintai oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Pernikahan Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam dengan A’isyah terjadi pada bulan Syawal tahun 11 setelah kenabian, tepatnya dua tahun lima bulan setelah peristiwa hijrah serta setahun setelah pernikahan Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam dengan Saudah bintu Zam’ah berlangsung.
Saat menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam A’isyah bintu Abi Bakar As-Shiddiq berumur 6 tahun. Hal itu berdasarkan sebuah hadist bahwasannya A’isyah berkata :
ﺗَﺰَﻭَّﺟَﻨِﻲ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺑِﻨْﺖُ ﺳِﺖِّ ﺳِﻨِﻴﻦَ ، ﻭﺑﻨﻰ ﺑﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﺑﻨﺖ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia 6 tahun. Dan beliau kumpul bersamaku ketika aku berusia 9 tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
A’isyah bintu Abi Bakar As-Shiddiq adalah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam keadaan masih gadis atau perawan. Dia adalah istri Rosulullah
shalallahu  ‘alaihi wa sallam yang paling paham tentang agama serta yang paling pandai, bahkan secara mutlak dia adalah wanita terpandai di antara para wanita lainnya.
A’isyah bintu Abi Bakar As-Shiddiq wafat pada tanggal 17 ramadhan tahun 57 H. Akan tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa dia wafat pada tahun 58 H dan makamnya berada di Baqi’.
4. Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma (607-antara tahun 648 dan 665 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Hafshah bintu Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhma, di antaranya :
Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma adalah putri dari sahabat Umar Bin Khatab Radhiallahu anhu yang memiliki kepribadian yang kuat seperti sang ayah. Selain itu, dia juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita.
Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma adalah seorang janda, di mana suaminya yang bernama
Khunais bin Khudzafah As-Sahmi telah meninggal sekitar tahun 2-3 Hijriyah pada saat terjadinya perang badar.
Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma juga terkenal sebagai ahli ibadah, sehingga dia di sebut sebagai Shawwamah (wanita rajin puasa) dan qawwamah (wanita rajin shalat malam).
Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma menikah dengan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam ketika berusia 21 tahun. Pernikahan tersebut terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah. Hafshah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam selama 8 tahun, dan ketika usianya menginjak 29 tahun, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam wafat.
Hafshah bintu Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhuma meninggal pada usia 63 tahun, tepatnya pada masa pemerintahan Utsman bin Affan
radhiallahu ‘anhu, yaitu tahun 45 H di Madinah, dan jenazahnya dimakamkan di Baqi’.
5. Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha (595-626 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anhma, di antaranya :
Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha terkenal dengan kedermawanan yang ia miliki, sehingga ia mendapatkan gelar sebagai Ummul Masakin (ibunya orang-orang miskin). Belia berasal dari bangsa Quraisy dan merupakan janda dari seorang pahlawan pada masa terjadinya perang uhud yang bernama
Abdullah bin Jahsy radhiallahu ‘anh.
Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha dinikahi Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pada bulan Ramadhan tahun 3 Hijriyah, akan tetapi ketika pernikahan tersebut belum mencapai 8 bulan, Zainab bintu Khuzaimah
radhiyallahu ‘anha Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Akhir tahun 4 Hijriyah, tepatnya ketika Zainab bintu Khuzaimah berusia 30 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Baqi’.
6. Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha (599-683 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah
radhiyallahu ‘anha, di antaranya :
Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita Bani Makhzum. Dia adalah putri dari seorang Quraisy yang paling dermawan bernama Umayyah bin al-Mughirah yang dilahirkan pada tahun 24 sebelum Hijrah.
Sebelum menikah dengan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, Ummu Salamah merupakan istri dari seorang Muhajirin yang pertama kali memeluk islam yang bernama Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Qurasyi. Akan tetapi pada tahun 4 Hijrah, Abu Salamah meninggal dunia.
Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha dinikahi Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam ketika dia berusia 28 tahun, yaitu sekitar tahun 4 H.
Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha adalah wanita yang menawan dan juga cerdas. Dia selalu memberikan dukungan dan saran kepada Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam ketika sedang berdakwah.
Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha meninggal di usia 85 tahun, yaitu pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah pada tahun 61 H. jenazahnya dimakamkan di Baqi’.
7. Zainab bintu Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha (588-641 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Zainab bintu Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha, di antaranya :
Zainab bintu Jahsy bin Rabab
radhiyallahu ‘anha merupakan salah satu istri Baginda Rosul yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam, di mana ibu dari Zainab bintu Jahsy bin Rabab
radhiyallahu ‘anha yang bernama
Umayyah binti Muththalib adalah putri dari paman Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam. Dia terkenal sebagai ahli ibadah dan wanita yang gemar bersedekah.
Sebelum menikah dengan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, Zainab bintu Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha bernama Barra’. Dia adalah istri dari Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat dari Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam. Akan tetapi dalam pernikahan mereka terdapat ketidakcocokan sehingga keduanya pun bercerai.
Pernikahan yang terjadi antara Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Zainab bintu Jahsy bin Rabab
radhiyallahu ‘anha berlangsung tanpa adanya wali dan saksi. Hal ini berdasarkan sebuah hadist yang menyatakan bahwasannya Zainab pernah berkata :
ﺯﻭﺟﻜﻦ ﺃﻫﺎﻟﻴﻜﻦ ﻭﺯﻭﺟﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻮﻕ ﺳﺒﻊ ﺳﻤﻮﺍﺕ
Artinya “Kalian dinikahkan oleh orang tua kalian, sementara aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh.” (HR. Bukhari)
Pernikahan tersebut terjadi pada bulan Dzul Qa’dah tahun 5 H. akan tetapi ada pendapat yang menyatakan bahwa Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Zainab bintu Jahsy bin Rabab
radhiyallahu ‘anha menikah pada tahun 6 H.
Zainab bintu Jahsy bin Rabab
radhiyallahu ‘anha meninggal pada usia 53 tahun, yaitu pada Tahun 20 H, dan jenazahnya dimakamkan di Baqi’.
8. Juwairiyah bintu Al-Harits
radhiyallahu ‘anha (605-670 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha, di antaranya :
Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha merupakan seorang wanita yang berasal dari kelompok Yahudi Bani Musthaliq. Ayahnya yang bernama Harits bin Abi Dhirar merupakan pemimpin kaum tersebut kala itu. Sebelum memeluk islam, nama Juwairiyah bintu Al-Harits adalah Barrah.
Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha adalah janda dari Musafi’ bin Shafwan yang meninggal dalam peperangan yang terjadi antara pasukan Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam dengan Bani Musthaliq di lembah Al-Muraisi yang merupakan Salah satu daerah sumber air bagi bani Musthaliq.
Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha dianggap sebagai wanita yang paling berkah bagi kaumnya, karena setelah pernikahannya dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, banyak sahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang membebaskan budak mereka yang berasal dari Bani Musthaliq.
Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha meninggal pada tahun 56 H di Madinah. Waktu itu pemerintahan dipegang oleh Khalifah Muawiyah.
9. Ummu Habibah bintu Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma (591-665 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Ummu Habibah bintu Abi Sufyan radhiyallahu ‘anha, di antaranya :
Ummu Habibah bintu Abi Sufyan
radhiyallahu ‘anha adalah saudara sepupu dari Utsman Bin Affan. Ibunya yang bernama Shafiyah bintu Abil ‘Ash adalah saudara dari Affan yang merupakan ayah dari Utsman.
Sebelum menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Ummu Habibah bintu Abi Sufyan radhiyallahu ‘anha telah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy. Akan tetapi suaminya tersebut meninggal di Habasyah. Dari pernikahannya itu, Ummu Habibah bintu Abi Sufyan radhiyallahu ‘anha dikaruniai seorang putri yang bernama Habibah.
Ummu Habibah bintu Abi Sufyan
radhiyallahu ‘anha meninggal pada masa khalifah Muawiyyah pada tahun 44 H di Madinah.
10. Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab (628-672 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab, di antaranya :
Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab berasal dari bangsa Yahudi Bani Nadzir yang tinggal di daerah Khaibar yang letaknya sekitar 120 km ke utara kota Madinah. Daerah tersebut terkenal sebagai sebuah kota besar yang di dalamnya terdapat kebun-kebun kurma yang sangat luas serta benteng-benteng yang sangat banyak. Ayahnya yang bernama Huyai bin Akhtab merupakan kepala suku dari Bani Nadzir.
Sebelum menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab pernah menikah dengan dua lelaki, yang pertama dengan Salam bin Masykam ketika ia belum masuk islam, dan setelah berpisah, lalu Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab menikah dengan Kinanah bin Abil Haqiq yang akhirnya terbunuh ketika kaum muslimin menaklukan Bani Nadzir. Sementara itu, Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab menjadi salah satu budak tawanan.
Pernikahan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dengan Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab terjadi pada tahun 7 H, yaitu setelah Bani Nadzir berhasil ditaklukkan.
Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab disebut sebagai wanita Shadiqah oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang artinya adalah wanita yang jujur imannya. Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab meninggal pada tahun 50 H dan dimakamkan di Baqi’.
11. Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu (602-681 M)
Hal-hal yang berkaitan dengan Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu , di antaranya :
Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu adalah saudara dari ibu kandung Khalid bin Walid yang bernama Lubabah As-Shugra. Selain itu, Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu juga merupakan saudara seibu dari istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang bernama Zainab bintu Khuzaimah.
Pernikahan antara Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dengan Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu terjadi pada bulan Dzul Qo’dah tahun 7 H, seusai umrah qadha.
Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu meninggal pada tahun 61 H di Saraf, yaitu ketika beliau sedang dalam perjalanan pulang dari ibadah haji. Jenazahnya dimakamkan di Saraf.
Selain kesebelas istri, Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam juga memiliki 2 budak wanita, yaitu :
1. Mariyah Al-Qibtiyah
Hal-hal yang berkaitan dengan Mariyah Al-Qibtiyah di antaranya :
Mariyah Al-Qibtiyah merupakan hadiah yang diterima Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dari raja Muqauqis sebagai jawaban atas surat Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajaknya untuk memeluk agama islam.
Dari Mariyah Al-Qibtiyah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mendapatkan seorang putra yang bernama Ibrahim. Akan tetapi Ibrahim meninggal ketika usianya belum genap 2 tahun.
Mariyah Al-Qibtiyah meninggal pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab, dan jenazahnya dimakamkan bersama para istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam lainnya.
2. Raihanah binti Zaid Al-Quradziyah
Hal-hal yang berkaitan dengan Raihanah bintu Zaid Al-Quradziyah di antaranya :
Raihanah bintu Zaid Al-Quradziyah awalnya adalah seorang tawanan dari Bani Quraidzah, lalu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menjadikannya sebagai budak. Akan tetapi pendapat yang lain menyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah membebaskan Raihanah bintu Zaid Al-Quradziyah lalu menjadikannya istri.

Mudzakarah amal maqomi

Mudzakaroh Amal Maqomi
Tujuan menghidupkan amal Maqomi adalah bagaimana kita bisa menghidupkan suasana agama di lingkungan mesjid kita. Terutama bagi yang pulang dari Khuruj Fissabillillah penting bagi mereka menghidupkan amal maqomi untuk menjaga dan memelihara keimanan mereka. Jadi tujuan dari membuat amal maqomi bukan untuk merubah lingkungan tetapi untuk mewarnai lingkungan yaitu lingkungan yang hidup dengan amal agama.
3 Perkara yang dibuat Nabi SAW setelah Hijrah :
1.            Membangun Mesjid
2.            Meluangkan Masa untuk Mesjid
3.            Membuat Amalan Mesjid
Apa itu Amalan Mesjid :
1.            Dakwah Illallah
2.            Taklim Wa Taklum
3.            Dzikir Ibadah
4.            Khidmat
Sedangkan 4 Amal Mesjid Nabawi ini dapat diwujudkan dengan 6 cara ( 6 Amal Maqomi ) :
I.             Amal Maqomi Harian :
1.            Musyawarah à Keadaan Agama : Kargozari, Usul, Program.
Fadhilah : Fikir sesaat lebih baik dari 70 tahun ibadah sunnat
2.            Taklim Mesjid & Rumah à untuk Islah diri, keluarga, dan ummat.
Fadhilah : siapa yang memudahkan langkah kaki ke majelis Ilmu maka Allah akan memudahkan langkah kakinya menuju Surga.
3.            2.5 Jam à Dakwah harian melalui Sillaturrahmi dan Ihtilat
Fadhilah : Mereka yang bertemu dan berpisah karena Allah akan Allah dudukkan di mimbar-mimbar Cahaya dan akan mendapatkan naungan Arasy Allah di padang Mahsyar.
II.            Amal Maqomi Mingguan :
4.            Jaulah (keliling) di Mesjid Sendiri dan Jaulah di Mesjid tetangga : Memancing hidayah turun di Mesjid kita dan mesjid tetangga.
Fadhilah : Sepagi sepetang di jalan Allah lebih baik dari pada seluruh dunia beserta isinya.
III.           Amal Maqomi Bulanan :
5.            Keluar 3 Hari keluar Fissabillillah : Ishlah diri, menyediakan 1/10 waktu untuk agama setiap 30 hari
Fadhilah : Setiap amal ibadah dan harta yang dikorbankan di jalan Allah, Allah gandakan dari 700.000 kali sampai sebanyak yang Allah mau.
Untuk dapat mempunyai kekuatan dalam melakukan kerja Maqomi dengan baik maka kita harus menjaga 5 Amalan Infirodhi (Dzikir Ibadah) :
1.            Menjaga Sholat 5 waktu berjamaah tidak tertinggal Takbiratul Ulla
2.            Menjaga Sholat Tahajjud tiap malam
3.            Menjaga Bacaan Qur’an minimal 1 juz tiap hari
4.            Menjaga Amalan Dzikir dan Wirid Pagi dan Petang
5.            Menjaga Adab-adab ( Terutama menjaga pandangan )
Target dan Tujuan dari membuat amal intiqoli, amal maqomi, dan amal infirodhi ini adalah bagaimana di diri kita ini dapat terbentuk 6 Qualitas Utama Sahabat RA :
1.            Qualitas Yakin Sahabat : La Illaha Illallah Muhammadurrasullullah
2.            Qualitas Sholat Sahabat : Khusyu’ wa Khudu’
3.            Qualitas Makrifat Sahabat : Ilmu dan Dzikir
4.            Qualitas Akhlaq Sahabat : Iqromul Muslimin (Memuliakan Saudara Muslim)
5.            Qualitas Keikhlasan Sahabat : Tashihun Niat
6.            Qualitas Pengorbanan Sahabat  : Dakwah Khuruj Fissabillillah
Untuk dapat mewujudkan ini semua maka diperlukan 6 perkara :
1.            Yakin yang benar
2.            Cara Nabi SAW atau Sunnah
3.            Niat yang Ikhlas
4.            Tawajjuh
5.            Mengedepankan nilai Amal
6.            Mujahaddah atas Nafsu
Jika suatu mesjid sudah hidup amal-amal agama maka rahmat Allah akan turun di kampung tersebut bercurah-curah. Keadaan kampung akan aman, tentram, dan sejahtera. Bukan dengan cara perbaikan ekonomi, fasilitas kota, keamanan, tetapi dengan perbaikan amalan mesjid, baru keadaan masyarakat di daerah itu terperbaiki. Sebagaimana terperbaikinya kehidupan kota madinah yang jahil asbab hidupnya amal-amal mesjid Nabawi.
7 Jaminan Allah SWT berikan bagi yang menghidupkan Amalan Mesjid :
1.            Keberkahan Rizki dan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka
2.            Allah akan menjaga rumah kita sebagaimana Allah menjaga Baitullah
3.            Allah akan jaga istri dan anak kita sebagaimana Allah jaga istri dan anak Ibrahim AS
4.            Allah akan menangkan yang Haq dan hancurkan yang Bathil
5.            Allah akan jadikan diri kita sebagai asbab hidayah
6.            Allah akan jaga anak keturunan kita hingga 11 keturunan
7.            Allah akan lindungi keluarga dan kampung kita dari fitnah dajjal

Selasa, 03 April 2018

KISAH HARU DI RUANG UGD

Sabtu malam, 14 okt 2017 pkl.21.00
Diruang UGD RSUD, saya menyaksikan seorang pasien sedang dikelilingi banyak orang, saya penasaran dan langsung mendekat, begitu dekat saya sangat kaget dan haru bercampur kagum,, melihat seorang anak laki-laki yang sedang terbaring lemas, lengkap dengan infusan ditangan kanan, di tangan kirinya terpasang kabel, mulutnya tertutup alat bantu oxigen,,, disampingnya ada seorang perempuan setengah baya yang berlinang air mata, penuh harap, dan pasrah dengan kenyatan. Dan ahirnya jadi tahu, anak itu masih sekolah PAUD.
dari mulut mungil anak itu tidak henti-hentinya mengucapkan kalimah "laa ilaaha illalloh" terus dan terus, suaranya jelas meskipun mulutnya tertutup alat bantu nafas, jelas seperti orang dewasa yang sedang dzikir,,
Tidak menangis seperti kebanyakan anak pada umumnya, pandangannya lurus seperti melihat sesuatu yang sangat jauh,,
Sayapun mendekat dan memberanikan diri memegang ibu jari kaki anak itu sambil berdoa semampu saya,, yaa alloh, begitu mulia anak ini, masih suci, usianya belum nyampe 6 tahun, sekolahnyapun masih PAUD, tapi lidahnya tidak henti mengucapkan kalimah tauhid,,, tak terasa air matapun menetes,,
dalam hati saya berkata, "sepertinya anak ini akan segera dijemput oleh penciptanya",,
yaa Allah engkau lebih menyayangi anak ini,,jauh melebihi sayang kedua orangtuanya,,

Kemudian seorang anak laki-laki usia SMP kls.2 yang ternyata kakak anak itu mendekat disebelah kiri wajah anak itu,, anak itu menengok kearah kakaknya,, terus mengangkatkan tangan kanannya yang terikat infusan mengusap kedua pipi kakanya yang basah dengan air mata, lalu anak itu mengepalkan tangan kanan kearah kakaknya, rupanya kakaknya mengerti betul maksud adiknya itu, si kakak pun mengepalkan tangan kanannya dan.. tos ,,tos , kedua kepal tangan adik kakakpun beradu lembut,,
Lalu anak yang sakit itu membuka tangan mengajak salaman pada kakaknya,, anak itupun mencium tangan kakanya..
Saya bengong melihat adegan keakraban mereka.
Setelah itu,, terdengar lagi kalimah "laa ilaaha illalloh" dari mulut anak itu,, tapi suaranya tidak sejelas yang tadi,,
Sayapun masih tetap memengang ibu jari kaki anak itu.
hati saya bergumam, "mungkin sekarang saatnya anak sholeh ini menghadap ilahi,",
Dan benar saja, anak itupun menggerakkan kedua kakinya tiga kali,, kedua tangannya mengepal,, seperti kejang,, dokter dan suster sibuk ,,berupaya membantu,,
dan... Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un,,

Demi Alloh,, anak ini ahli surga..

Semoga kedua orangtua dan semua keluarganya diberikan ketabahan,,,
Dan semoga anak itu menjadi penolong bagi kedua orangtuanya di akhirat,, aamiin ya rabbal'aalamiin..

#Orang tua yang sukses adalah orangtua yang bisa mendidik anaknya sehingga menjadi ahli surga

Shalawat Sunda

Allohhumma Sholli Wasalim Wabaarik Alaih

ya nabi salam alaika
ya rosul salam alaika
ya habib salam alaika
sholawatulloh alaika

bijil bulan cahayana
sumirat kasadayana
tileresan negri mekkah
kalebet negri madinah

hei jungjunan nu di utus
jungjunan anu di antos
sim abdi sadaya nampi
kana pangeursana gusti

bagja nu ninggal paduka
nu mulya ibu ramana
talaga kautsar paduka
cadangan abdi sadaya

nun sim abdi ka gamparan
Hatur rebu ka bingahan
kumargi gamparan nyandak
kana agama anu hak

nun gusti jungjunan abdi
sayyid muhammad habibi
pamugi salira nampi
kanu hina jisim abdi

abdi umat akhir jaman
anu banget panasaran
hoyong teupang ngadeuheusan
seja tumut serah badan

diyaumil akhir pamugi
abdi sing janten ngahiji
sareng ibu rama abdi
ngiring gusti ka sawargi

diyaumil akhir pamugi
abdi sing janten ngahiji
sareng putra putri abdi
ngiring gusti kasawargi

diyaumil akhir pamugi
abdi sing janten ngahiji
sareng guru guru abdi
ngiring gusti kasawargi

diyaumil akhir pamugi
abdi sing janten ngahiji
sareng murid-murid abdi
ngiring gusti kasawargi

diyaumil akhir pamugi
abdi sing janten ngahiji
sareng dulur dulur abdi
ngiring gusti ka sawargi

sinareng ieu jam’ah
mugi ku gusti ijabah
sareng sing kenging safa’ah
ti jungjunan rosulluloh

sinareng ieu jama’ah
mugi ku gusti ijabah
masing tiasa ziarah
ka mekkah sareng madinah

ditutup ku salam hormat
supados janteun mangfa’at
kanggo muslimin muslimat
ila yuamil qiyamat

istajib ya alloh dua’ na
istajib ya alloh dua’ na
istajib ya alloh dua’ na
yamujibad da’awati

Senin, 07 Maret 2016

Shalat Awwabin

Shalat Awwabin adalah shalat sunnah yang dikerjakan antara maghrib dan isya’.
Waktu antara maghrib dan Isya ini biasanya diabaikan orang. Oleh karena itu kita diperintahkan untuk kembali kepada Allah (“ awwabiin “) pada saat orang-orang lalai, dengan cara menghidupkan waktu antara maghrib dan isya, baik melalui shalt, dzikir,membaca tasbih,tahlil,tahmid,tamjid dan membaca al-quran.
Shalat sunnat awwabin sebaiknya dikerjakan setelah selesai dzikir shalat maghrib, dan setelah shalat ba’diyah naghrib serta belum diselingi oleh ucapan atau perkataan lainnya.
Sholat ini tidak disunnahkan berjamaah.
Adapun jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat, dan boleh dikerjakan sampai 6 rakaat atau 20 rakaat .
B. Cara Pelaksanaan Shalat Awwabin
Cara pelaksanaan shalat sunat awwabin sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, shalat ini dikerjakan setiap 2 rakaat salam.
Bacaan Niat Shalat Awwabiin:
Usholli Sunnatal Awwabiina Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa .
Surat yang dibaca setelah surat Al-fatihah adalah :
Pada rakaat pertama : Surat Al-Ikhlas 6 kali, dilanjutkan dengan surat Al-falaq 1 kali, dan sura An-Naas 1 kali
Pada rakaat kedua : Suratnya sama dengan rakaat pertama
C. Dasar Hukum (Dalil) Shalat Awwabin
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya, Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah gharib (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.

Minggu, 22 November 2015

Fitnah Dajjal

Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya sebelum keluarnya (Dajjal) ada tiga tahun langit menahan (air hujannya) : Pada tahun yang pertama langit menahan sepertiga tetesan (air hujan)nya dan bumi (menahan) sepertiga tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun kedua langit menahan dua pertiga tetesan (air hujannya) dan bumi menahan dua pertiga tumbuh-tumbuhannya. Dan pada tahun ketiga langit menahan (semua) tetesannya dan bumi menahan tumbuh-tumbuhannya sehingga tidak tersisa wajah bumi yang gersang dan hanya tinggal bebatuan yang mati." (HR Thabrani).

Sabtu, 14 November 2015

Panggeuing Diri

Panggeuing Diri

Walurat lengkah kudu bisa dibebenah

hade lampah kagurat uga pinasti moal doreksa

Adiguna kiwari geus lain wayah

Jalma kumelendang lir waditra nyada ku nayaga

Moal lana moal lila kapatok wates tinemu cacap

Hiji pepeling dir geuwat eling

kahade tonggoy terus kadalon

lampah udar kaluar tina tetekon

Geuwat wengku, pageuhan ku kaimanan 

Bae basajan asal teu salah naratas jalan

geuy sageuy ...mun hirup ngaberung nafsu

Ngalabrak jalan komo aturan

moal lana nincak sugema.....

Marieus pateuh .....

Pamustungan tamiang meulit kana bitis

Lengkah nyupata duh gening heurin

geuwat ropea.......!!!!!

Omean lampah, pupus hasud, piara ihlas

Tawakal bari ngadu'a, sabiuk jeung papada jalma

Insya Alloh....

Bagja waluya kumelendang di mayapada

Jumat, 13 November 2015

Jawaban Ketika Mendengar Ayat Dalam Surat Ar-Rahman

Suatu hari Rasulullah menemui para sahabatnya dan membaca surat Ar-Rahman dr awal sampai akhir, tp para sahabat hanya terdiam saja.
Kemudian Rasululullah bersabda "klo aku membacakan surat Ar-Rahman ini pada para Jin, maka tiap aku sampai diayat

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
[QS. Ar-Rahman: Ayat 13]

Maka mereka (jin) menjawab:

ﻻ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻚ - ﺭﺑﻨﺎ - ﻧﻜﺬﺏ ، ﻓﻠﻚ ﺍﻟﺤﻤﺪ

Tidak ada satupun dr nikmat-MU (Allah) Tuhan kami yang kami dustakan, maka segala puji hanyalah bagi-MU. (HR. At-Turmudzi)

#Tafsir Ibnu Katsir

(QS ar-Rah mân [55] ayat : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77)

Para ulama menganalisis jumlah pengulangan ayat (31x) dan mengelompokkannya:
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat dalam kehidupan di dunia, antara lain nikmat pengajaran Al-Qur’an, pengajaran berekspresi, langit, bumi, matahari, lautan, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
Tujuh pertanyaan berkaitan dengan ancaman siksa neraka di akhirat nanti. Perlu diingat bahwa ancaman adalah bagian dari pemeliharaan dan pendidikan, serta merupakan salah satu nikmat Allah.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat yang diperoleh di surga pertama.
Delapan pertanyaan berhubungan dengan nikmat di surga kedua.
Dari hasil tersebut, para ulama menyusun semacam “rumus”, yaitu siapa yang mampu mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang disebutkan dalam rangkaian delapan pertanyaan pertama—syukur seperti makna yang dikemukakan di atas—maka ia akan selamat dari ketujuh pintu neraka yang disebut dalam ancaman dalam tujuh pertanyaan berikutnya. Sekaligus dia dapat memilih pintu-pintu mana saja dari kedelapan pintu surga, baik surga pertama maupun surga kedua, baik surga (kenikmatan duniawi) maupun kenikmatan ukhrawi.
Dengan demikian, repetisi pertanyaan di 31 ayat tersebut adalah renungan, nasihat dan peringatan bagi kita.
Namun, kiranya jarang sekali bahkan mungkin tak ada di antara kita yang merasa diri telah mendustakan nikmat yang telah dianugerahkan Allah.
Bisa juga terjadi, kita sudah merasa dan mengakui telah mendustakan nikmat Allah, namun hanya berupa tulisan dan perkataan, tak ada langkah kongkret yang kita lakukan 'tuk memperbaiki diri. Entah mengapa! Kondisi kita persis seperti sindiran umum, “Kalau cuma ngomong, anak TK pun bisa. Buktikan dong!”

Maha Guru

Syaekhuna Al-Mukarrom KH.Ruchiyat Effendi (tengah)
Sesepuh Pondok Pesantren 

Miftahul Huda III

Jl.anyar, Margabakti, Cibeureum, Kota Tasikmalaya

Sabtu, 17 Oktober 2015

Kematian Rahasia Allah SWT

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ ۥ  عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْأَرْحَامِ  ۖ  وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا  ۖ  وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
[QS. Luqman: Ayat 34]

Minggu, 13 September 2015

Bahasa Nampi Panganten

Assalamualaikumwr.wb.
Alhamdulillah nahmaduhu wanastainuhu wa nastafiruhu wanaudubilahi min syururi anfusina wa minsaiati a'malina man yahdihillahu fala mudilalah waman yudlilhu fala hadiyalah. Alhamdulilahiladi ahallannikah waharomasifah, asyhadu anla ilaha ilalloh waashadu anna muhamadan abduhu warosuluh, bismilahi binimatil iman wal islam,sodakolohul adzim.
Puji nujadi mimiti mugi ngancik di Gusti Robul Ijati, kalayan mung karana kodratmantenna urang sadaya dina waktos ieu tiasa riung mungpulung paamprok jonghokdina raraga silaturahmi, anu dipatalikeun sareng acara walimatul urus. Solawatkalih salam mugia salalamina dikocorgolontorkeun ka Kanjeng Rosululloh MuhammadSAW. Oge ka parakulawargina, ka parasohabatna, ka tabiin tabiatna tug duga kaumatna muslimin muslimat. Kalayan pamugi urang sadaya kagolong kana umatnakalayan kenging safaat di yaumalkiamah. Amin.
Ti payun sim kuringseja ngahaturkeun nuhun ka pangatur waktu pangjajap acara anu parantos maparinlolongkrang ka sim kuring kanggo sumanggem dina raraga nalikeun tali kaasihnyangreudkeun tali kadeudeuh antawis wanoja Cipadung Purwaharja kota banjar sareng jajaka gandang ti teureuh Tasikmalaya,

Awitan ieu pisanggem sim kuring seja ngahaturkeun wilujeng sumping ka para tatamu anusae semu ka para nonoman anu sae manah ti tatar dayeuh .....  utamina kulawargijembar Bapa .....
. (suwargi) kalih Ibu ........ Kalayan nyanggakeun jagongtuhur beunang ngunun bagea ka sadaya anu sumping, nyanggakeun tutut gunung kongreuma sumanga sing raos calik.
Teu hilap sim kuring ngahaturkeun nuhun ka parawargi anu moal diwincik hiji-hiji anu parantos nawiskeun kaasih diri, ka sadaya anu lenggah anu moal ditatan sadaya anuparantos masrahkeun kaleah manah mapag rombongan anu dianti-anti ti tatadi diajam ti anggalna, malah dianti ti kamaridiantos ti bareto.
Parabapa kalih paraibu hormateun sim kuring,
Mangrupi bewara kasadaya anu harempak dina ieu pajemuhan, rehna dina dinten ieu alhandulilahwasukrulilah, saebul maksad
Kulawargi Bapa ........  kalih Ibu ....... sakalih nuju mendak kabingah. Kabingah anu taya papadana,lir karugrugan madu karagragan menyan putih. Kabingah anu taya wates wangenna,lir gunung tanpa tutugan sagara tanpa tepi. Saur Ki Dalang tea mahbingah-bingah amarwata suta bingah ka giri-giri, rehing nu dianti ti tatadiparantos simping, nu diajam ti angggalna parantoslenggah, parantos aya di payuneun urang sadaya. Kacipta alum ngungunna,tinangtos kuciwa nu taya papadana saupami nu dianti teu aya sumping nu diajam taya lenggah. Ieu teh rupina salasawios kaasih ti Gusti Robul Ijati,welasna Nu Maha Kawasa, Gusti Alloh Azawazala ka umatna anu kasipatan rohmansinareng rohim. Mung puji kalih rasasyukur anu tiasa kasanggakeun ka Mantenna.

Lintang sihapunten anu kasanggakeun rehna dinapanampianana estuning dilalaworakeun pisan. Calikna dina pangcalikan anu kirang utami, lenggahna dinapanglenggahan anu kirang sampurna. Boa-boa keuna kana paripaos werit ku budisareng parangi, tebih tina basa utami anggang tina basa utama. Ku kituna neda agung nya paralun neda jembarhapuntenna.  Sanes teu hoyongngabageakeun kana kasumpingan para tatamu, rupina jalaran heureut ku pakeunpungsat ku bahan tuna tina subasita, mung sakieu nya kamampuhan. Mugia parabapaparaibu pinisepuh sadaya nawakup tina sanes kanten katuta sareng kakirang. Mugia henteu ngirangan rasa hormat.
Parawargi nu sami-samirawuh hormateun sim kuring,
Tadi parantos kakupingkasauran ti wawakil rombongan Calon Panganten Pameget. Anjeunna parantosmasrahkeun
calonpanganten pameget wastana Dasep Kurniawan awakna sakujur. Sanggem paripaosnati luhur sausap rambut ti handap sahibas dampal. Rambutna salambar, getihnasatetes, ambekanana sadami. Kabodoanana, kaireungtalingeuhana, katinggangpangpung diudag maung sanggem paripaosna, parantos disanggakeun, kanggodidahupkeun sareng pun anak di dieu wastana neng ........
Sateuacanna sim kuringnampi, aya anu peryogi kauninga hususna ku Cep .............  kalih Ibuna nyakitu deui wargi-wargina. Rehna Pun anak teh upami disebatkeun atah tea mah masih keneh atah. Atah kupangwarah tebih ku pangatik, masih keneh meryogikeun pangaping, pangjaring,kalih pangjurung ti nu janten sepuh pibekeleun lakirabi malah mandar tiasangawangun rumah tangga anu runtut raut repeh rapih, bari luhur kuta gede dunya.
Kalihna ti eta, tadikakuping yen Cep ...... dongkapna ka dieuna teh henteu jingjing henteu bawa.Hente pasar-henteu peser-henteu pasir, henteu kapal-henteukeupeul, estuning indit ngan ngaligincing datang ngan ngalongkewang. Sanggemparipaosna cunduk ngan ukur mawa curuk datang ngan ukur mawa tarang, curukbuntung tarang ge pinuh ku kesang. Cep ...... nu kasep, teu sawios-wios dadi dieu oge teu disampakkeun nanaon. Mung disampakkeun Neng ..... anu gaduh raheut ti kapungkur. Raheut sanes saraheut-raheutna, legok sanessalegok-legokna. Estuna raheut asli ti ajali, raheut bawana ti kudrat, pikeunneundeun kadeudeuh, nembrakkeun rasa kanyaah dina mangsa rumah tangga
Parawargi,cacandakan mah teu patos diantos-antos, nu utamina mah Kang ....... na. Sanessareng cacandakanana tapi sareng nu dicacandakanana, nya eta talutug nahun, nahun namungna weuteuhan mulushenteu karahaan keur ngaseukan pawinihan. Neng .... teu patos nganticacandakan, nu dianti ku pun anak teh nya eta Kang ..... sareng nu dicacandakna, nu ngaringkuk saprtoskuuk, nu ngarengkol sapertos kohkol sok sanaos sakapeung mah sok ngompaol,najan sakapeung mah mun katiisan sok hipu alahbatan tahu, upama kahaneutan mahsok ngabata sapertos batu najan sakapeung mah cenah sok bitu.
Parawargi, anu majarteu jingjing teu bawa teh geuning teu burung rebo, katingal ngaleut ngeungkeuyngabandaleut ngembat-ngembat nyatang pinang, ngaleut bari tatanggeuyan, ngembatbari cacandakan, ngalabring teh bari ngajaringjing. Saleresna mah pribumi di dieu henteu owelannganti-nganti kikiriman. Sanggem sisindiran tea mah kulit awi sesebitanngantian soteh jinisna mung sarupi Cep ...
ulah deuk lemor senjata, nu gaduhpamor nu nunggal panuhun henteu kakantun.

Kantenan ieu Cep Dasep sumpingna disarengan ku cacandakanana. Ngahaturkeunnuhun kana kasaeanana. Pamugi cacandakan nu mangrupi tawis
kaasih tilam katresna, kanyaah ti nu janten sepuhna sing janten jimat dinangawangun rumah tanggana.
Parabapa kalih paraibu anu sami-sami rawuh hormateun sim kuring,
Bilih janten mawur kucatur, mencar ku carita, sim kuring bade ngadugikeun galeuhna ieu pisanggem.
Sim kuring ngabantunasmana Kulawargi Bapa Undang Hadiat diwuwuh ku para sepuh, disakseni kukadangwargi, kalayan dikawitan ku aosan Bismilahhirohmani rohimi, sanes kanten anu parantos disaurkeun kalayan dipasrahkeunku wawakil ti rombongan Calon Panganten Pameget tadi DITAMPI, ditampi ku hasta kalih disuhun dina embun-embunan, disangga kalingga murdadisarengan ku ati anu wening manah anu setra.
Pamugi Neng Dedeh sareng Cep Dasep
tiasa kauntun tipungkatambang beas laksana kapiduriat, dikobul ka bale nyungcung. Atuhcacandakanana sing janten jimat maranehna dina mungkas mangsa lalagasan. InsyaAlloh moal lami deui baris ngajatukrami.
Salajengna, dina raragangawangun rumah tangga pamugi Neng Dedeh sareng Cep Dasep tiasa ngawangun rumahtangga anu sakinah mawadah wa rohmah, tiasa hirup sauyunan, sareundeuk saigel,saketek sapihanan, sabata sarimbagan, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak,runtut raut sapapait samamanis sabagja sacilaka, jatnika lahir jeung batin.
Aya amanat ti nu jantensepuhna, hususna ka Neng Dedeh oge ka calon baturhirupna, mugia salawasna nyangking lalayang panca gapura waluya. Lalayang tehjimat. Pancahartosna lima, gapura hartosna
lawang atawa jalan, waluya teh salamet. Nyangking limajimat pikeun muru jalan kana kasalametan. Nya eta cageur, bageur, bener,pinter, jeung singer. Ngan kahade ulah kabalinger.
Bilih ieu pisanggemjanten seueur catur tanpa bukur, sim kuring seja mungkasan ieu pisanggem.
Sateuacanna mungkur,sim kuring neda sihapunten bilih aya catur anu teu kaukur, bilih aya basa anuteu kareka. Bilih aya kekedalan sim kuring anu teu nyurup undak-usukna teuningang kana wirahmana, mugi agung nya paralun muga jembar nya haksami.
Panitih matana opat, nuhiji matana inten, boh bilih aya nu lepat, mugi kersa ngahapunten.
Urang teundeun dihandeuleum sieum, urang tunda di hanjuang siang, pikeun cokoteun sampeureun namangsa nu baris datang, na handeuleun neundeun katineung, na hanjuang nundakamlang, cag ah..
Tutus langkung kepanghalang, bobo sapanon carang sapakan. Bilahi taufik wal hidayah.Wassalamualaikum wr.wb.

sorry-desi-glitters-2.gif