Penyejuk Hati on Facebook
Tampilkan postingan dengan label kata-kata Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata-kata Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

CURAHAN HATI SANG PECINTA SEJATI


I LOVE YOU BECAUSE LOVE YOU.............

Seperti air bila dibendung, ia akan menghasilkan tenaga yang dahsyat. Luapannya mampu memporak-porandakan apa saja. Demikianlah cinta. Hingga perlahan kualirkan cinta dan kasih sayangku padamu, agar energinya mengalir perlahan, tidak merusak kau ataupun aku. Kita nikmati riak arusnya menyusur sungai yang menghantarnya ke muara. Entah di mana.

Awal mula aku mencintaimu aku bahkan tidak tahu harus bagaimana. "Kita jalani saja, apa adanya." itu katamu. Tapi bahkan aku tidak tahu bagaimana yang disebut apa adanya itu. Pun tidak pernah terucap ikrar janji sehidup semati yang biasa diucapkan orang yang saling mencintai. "Ah, janji hanya membuka peluang untuk mengingkari." itu kataku dan kau setuju. Sebagaimana pertemuan yang membuka peluang untuk perpisahan. Tidak ada yang abadi kan?

Karena itu, kucintai engkau seperti aku pernah merasa sakitnya kehilanganmu. Jadi di situlah aku sekarang. Di hatimu. Mencintaimu penuh, penuh, dan penuh. Mencintaimu hari ini, seperti hari esok aku tidak akan di sisimu lagi. Seperti berpacu dengan waktu, dan aku ingin setiap waktu yang kau ingat tentang cinta, itu adalah aku.

Bersamamu aku belajar tentang cara menghadapi maut, bersamamu aku belajar cara menjalani hidup. Demikianlah lalu aku mencintaimu seperti kita akan berpisah, meski aku tahu yang kita inginkan adalah tetap bersama. Sebelum akhirnya perpisahan itu menjadi hal yang nyata, entah dengan cara seperti apa, juga entah di masa yang mana, maka ijinkan aku mencintaimu dengan penuh tanpa mematikan logika. Agar tak ada peluang cinta kita menjadi benci. Memberikan ruang cinta yang lapang pada kebebasan bertali kepercayaan, pada pengorbanan bertali keikhlasan, pada ketulusan bertali kasih sayang, pada tutur kata bertali pengertian.

Cinta yang tumbuh karena sebuah alasan, hanya akan membatasi dan memenjarakan cinta dalam alasan tersebut. Karena jika pada kenyataannya hubungan yang terjalin di luar alasan, maka cinta akan menjadi pudar. Jadi biarlah cintaku tumbuh karena cinta itu ada. Sehingga aku mampu mencintaimu dengan segala kelebihanmu dan tetap mengagumi seluruh kekuranganmu.

Nobody teaches me to love you. We are okay, we are happy, we are incridible, and we are just humans. Aku mencintaimu, karena aku mencintaimu. I just do.

# Catatan ini saya angkat dari catatan seorang temen(ukhti) di facebook

Senin, 15 Oktober 2012

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1433 H






Rajz Hidup Baru mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H, semoga pengorbanan kita semua diterima oleh Alloh SWT. Amiin Yaa Robbal'alamin
Salam dari Sirojul Munir

Jumat, 14 September 2012

QS AL-FATIHAH


^^^ == NIKMATNYA MEMBACA AL-FATIHAH == ^^^

Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati,

padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirm

an :
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".

Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin.”...
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.. Akan Ku penuhi yang ia minta.”
(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita...

Lalu ucapkanlah "Aamiin" dengan penuh harapan dikabulkan, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dgn para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”.
(H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud)

SELALU PASRAH KEPADA ALLOH SWT


JANGAN BERLAMA-LAMA DENGAN SELAIN ALLOHApapun yg ada di hati, maka segeralah serahkan kepada-Nya, diantaranya dengan doa ini :

Doa agar semua urusan diurus Allah:
" Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum birahmatika astagiits...ashlihlii sya'nii kullahuu walaa takilnii ilaa nafsi thorfata ainin"
'Wahai Allah Yg Maha Hidup, Wahai yg Maha berdiri sendiri mengurus makhluk-Nya,dengan rahmatMu tolonglah say

a. Perbaiki semua urusanku & jangan serahkan kepadaku walau sekejap mata.(HR. Nasa'i)

Ingat keinginan, segera serahkan kepada-Nya
Ingat masalah, segera serahkan kepada-Nya
Ingat ancaman/bahaya, segara pasrahkan kepada-Nya
Ingat keluarga, segera berdoa pasrahkan kepada-Nya
Ingat apapun jangan berlama-lama, segera berharap pengurusan-Nya

Jangan berlama-lama dengan selain-Nya, segera pasrahkan total kepada-Nya, yakin dengan segala janji dan jaminan-Nya

Insya Allah akan segera kita rasakan ketenangan, juga berbagai petunjuk dengan cara-Nya, yang sadar tak sadar akan menuntun kita kepada ikhtiar menggapai pilihan-Nya, jalan keluar terbaik dari-Nya. Sungguh indah dan berkah.

**SABAR MENANTI JODOH**




kemarin ada yg brtanya sama saya soal knapa sampai skarang jodohnya blm dipertemukan dan ada seseorang yg sangat sulit skali utk mengambil hatinya.

Aduh gmana ya saya bingung juga mw jwb apa soalnya saya sndiri juga belum ketemu jodoh saya, mungkin ini bisa sdikit membantu, maaf kalo ga nyambung atau keliru, karna saya masih baru belajar jg hehe


Suatu hari seorang Kyai Mursyid di pondok psantren ingin mengangkat seorang Imam sbagai Khalifah di pondok itu.

Kyai menunjuk 3 orang calon yg akan mnjadi sang Khalifah yakni Usman, Hasan, dan Ihsan.

Kyai bertanya apa itu USAHA YANG IKHLAS kepada mereka bertiga dn memberi waktu slama 3 hari.

Namun Usman merasa keberatan karna Ihsan anak baru di pesantren itu yg blm bnyak tau tentang ilmu keislaman mengapa jd salah satu calon Khalifah.

Kalau Hasan terserah saja, toh Ihsan yg anak baru tak mungkin terpilih karna ilmunya masih sdikit fikirnya.

Ihsan pun tak enak hati dn mengajukan undur diri dari daftar calon Khalifah itu, namun sang kyai tdk mengizinkannya.

Dalam waktu 3 hari itu mereka bertiga saling berlomba mendefenisikan arti kesabaran sedetail mngkin.

Dalam waktu itu, Kyai menyuruh Hasan dan Ihsan mengambil air di sungai utk mengisi tong besar di depan pondok psantren sampai penuh.

Sementara Usman sibuk membaca dan bermuzakarah dgn santri lainnya utk mendefenisikan arti kesabaran.

Hasan pun jengkel karna kalau di suruh angkat air bagaimana dia blajar agar bisa menjawab pertanyaan kyai nanti, pastilah dia akan kalah dgn Usman yg cerdas fikirnya.

Ihsan pun yg sebenarnya tak tertarik dgn perlombaan ini karna dia merasa masih sangat bodoh niatnya hanya ingin belajar namun dia hanya menuruti perintah sang Kyai.

Hasan dan Ihsan pun pergi ke sungai yg cukup jauh membawa 2 ember kecil utk mengambil air, sesampai di pondok dgn susah payah ternyata tong yg akan mereka isi bocor di bagian bawahnya, sehingga mereka mesti kembali ke sungai lagi utk mengambil air lagi karna air yg mereka isi tadi tumpah karna tongnya bocor.

Begitulah sampai 5 kali mereka mondar mandir namun tong masih tetap kosong.

Hasan pun berfikir ini tdk akan bisa sampai penuh kalau wadahnya saja bocor.

Malamnya mereka berdua menghadap kyai utk memberitahu Kyai bahwa tong yg mereka isi bocor.

Tapi kyai hanya menjawab ambil air di sungai hingga tong itu penuh.

Hasan pun merasa jengkel dan menyerah tak mau ke sungai angkat air lagi karna sangat mustahil tong bocor bisa terisi penuh pikirnya

Sementara usman sangat sibuk membaca seluruh buku yg ada di perpustakaan hingga mengabaikan segalanya.

Berbeda dgn Ihsan, dia tetap pergi ke sungai mengangkat air, namun saat di tuang ke Tong, air tadi tumpah lagi, Hasan tertawa melihat kebodohan Ihsan.

Namun Ihsan dgn gigih dan ketulusannya mematuhi perintah Kyai pergi ke sungai utk mengambil air walau sebenarnya dalam hatinya pun mustahil bila Tong itu akan terisi penuh.

Hingga malam kedua pun tiba, besok adalah hari terakhir, namun Tong blm juga terisi air setetes pun, Ihsan pun berdoa dgn ketulusan hatinya
"Ya Allah yg merajai siang dan malam, dari pagi hingga petang, sesungguhnya bumi ini sangat kecil bagimu, permudahkanlah sgala urusanku, engkau lah sang maha mengetahui setiap pinta, Laa Haulahu wa Laquwwata Illa Billah"

besok hari terakhir Ihsan tetap pergi ke sungai, namun sesampai di sungai turun hujan sangat deras, ihsan pun kembali ke pondok membawa air sungai dgn ember yg di gendongnya ditengah hujan, sesampai di pondok ia terkejut melihat tong itu sudah penuh dgn air hujan bahkan sampai melimpah limpah.

Pak Kyai pun segera mengumpulkan santri2nya utk mengumumkan Putrinya yg manis bernama Anna Al-Fathunnisa akan dinikahkan dgn Ihsan menjadi Imam utk Putrinya dan menjadi Imam Khalifah di pesantren itu.

Ilmu bukan di akal, tapi di hati.

"Ikhtiar, Kegigihan, Kesabaran, Doa, dan Tak putus asa. kelima itulah yg dinamakan USAHA YG IKHLAS, Jika ingin mencapai sesuatu jgn menyerah, jngan tdk sabar, jgn dgn usaha sendiri, Kekuasaan Allah lebih luas dgn usahamu yg secuil itu, Tidak ada yg tak mungkin bagi Allah, Allah hanya melihat sampai dimana kesabaran, Ikhtiar, Kegigihan, dan Doa kita, maka Allah akan memberikan hadiah yg tak terduga2"

Jangan berharap, maka kau akan kecewa, tapi berusahalah dgn Iklas dan doa, Allah lebih tau mana yg terbaik utk kita, sementara kita tdk mengetahui apa2

Faa bi ayyi aala iroobuka tukadziban.

Mudah2an bisa sedikit membantu hehe

maaf kalo ada yg ga faham maksudnya atau saya yg gak nyambung xixixi

Kamis, 13 September 2012

RAHMAT ALLAH BAGI YANG BERJILBAB


Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang ‘ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah ”Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya.

Syubhat lainnya lagi adalah ”Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan “tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.

Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta’ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya.

Lengkapnya adalah sebagai berikut:

“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya.

Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.

KH. Yusuf Manshur

( AMALAN ) DOA AMPUH MENGHILANGKAN PERASAAN SIAL


Thiyarah atau merasa sial itu banyak bentuknya, bukan hanya perasaan sial di waktu tertentul saja. Seperti merasa sial karena mendengar suara burung gagak sebagai pertanda buruk, melihat seorang buta ketika akan berdagang yang lalu muncul anggapan akan merugi, dan semisalnya. Dan hampir-hampir seseorang pernah mengalaminya dan terserang olehnya se
bagaimana yang dikabarkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu,

وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ


“Dan tidaklah salah seorang kita kecuali (terbersit thatayyur dalam hatinya) tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.” (HR. Abu Dawud dan lainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 429)

Setiap muslim tidak boleh mempercayainya karena bisa merusak tauhid dan imannya. Namun yang banyak diakui orang, walaupun tidak meyakini akan ramalan-ramalan tadi terkadang karena banyak yang memperingatkan dan menakut-nakuti sehingga menimbulkan rasa was-was dalam diri. Dan ini termasuk dari bisikan-bisikan syetan. Maka untuk menepis perasaan was-was dan khawatir tadi, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan resep doa untuk mengatasinya,

اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ


Allaahumma Laa Khaira Illaa Khairuka, wa Laa Illaa Thairuka, wa Laa Ilaaha Ghairuka

“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu (yang telah Engkau tetapkan), dan tidak ada tuhan selain Engkau.” (Hadits shahih, riwayat Ahmad)

HAKIKAT ILMU AGAMA SELAMAT DUNIA DAN AKHIRAT


Ilmu yang paling penting ialah ilmu-ilmu Al Quran dan Al Hadits dengan penafsiran para sahabat dan tabiin. Selain ilmu di atas hanyalah semata-mata pelengkap bagi keduanya dan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia bagi kemaslahatan kaum muslimin. Rasulullah Saw bersabda : Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, Allah akan menjadika
n dia paham tantang ilmu Agama. Sesungguhnya aku hanyalah pembagi (zakat) sedangkan Allahlah yang memberinya (yakni pemberi rezeki). Senantiasa akan ada dari umat ini orang yang menunaikan perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah. (HR. Bukhari dalam Fathul bary, no.71 dari muawiyah bin Abi Sufyan).

Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan : Di dalam hadits ini ada keterangan yang tegas tentang keutamaan ulama di atas segenap manusia dan keutamaan belajar agama ini atas ilmu lain. (lihat fathul bari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, jilid 1, halaman 165).

Memahami Agama pengertiannya tidak lain adalah memahami Al quran dan Al hadits, karena agama seluruhnya hanya diambil dari keduanya.

Imam Syafii menerangkan : Semua ilmu selain Al Quran adalah melalaikan (menyibukkan) kecuali ilmu hadits dan ilmu fiqih dalam agama ini Yang dinamakan ilmu adalah apa-apa yang ada padanya pernyataan : Telah menceritakan kepada kami (yaitu dengan sanad). Sedangkan selain itu hanyalah semata-mata bisikan syaitan. (lihat Syarh Aqidah Thahawiyah oleh Ibnu Abil Izzi, halaman 75).

( HIKMAH ) BADAN SIPEMUDA MENJADI HARUUM DIDUNIA DAN AKHIRAT


Ada seorang pemuda yang kerjanya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini di kenal dengan nama "Faraqna" oleh orang-orang. Walau pun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sangat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pati menyenan
ginya. Pada suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalan besat, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil berteriak menawarkan dagangannya : "faraqna-faraqna", tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatanya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia dipersilakan masuk kedalam rumah.

Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa cinta dalam hatinya. Lalu si wanita itu berkata : "Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan dirumah ini sekarang kosong. " Selanjutnya, si wanita ini membujuk dan merayunya agar mau berbuat sesuatu dengan dirinya. Pemuda ini menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menakut-nakuti dengan azab yang pedih di sisiNya. Tetapi sayang, nasehat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan sebaliknya, si wanita makin berhasrat. Dan memang biasa, orang itu senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang... Akhirnya, karena si pemuda ini tidak mau melakukan yang haram, si wanita malah mengancam, katanya: "Bila engkau tidak mau menuruti perintahku, aku berteriak pada semua orang dan aku katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan ingin merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akan mencurigaiku." Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita itu terlalu memaksa untuk mengikuti keinginannya berbuat dosa, akhirnya dia berkata: "Baiklah, apakah engkau mengizinkan aku untuk ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?" Betapa gembiranya si wanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya sebentar lagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab : "Bagaimana tidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus."

Kemudian masuklah si pemuda itu ke kamar mandi, sementara tubuhnya gemetar karena takut dirinya terjerumus dalam kubangan maksiat. Sebab, wanita itu adalah perangkap syaitan dan tidak ada seorang laki-laki yang menyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan dari pihak ketiga. "Ya Allah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku petunjukMu, Wahai Dzat yang memberi petunjuk bagi orang-orang yang bingung ." Tiba-tiba, timbullah ide dalam benaknya."

Aku tahu benar, bahwa termasuk salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan saat itu kecuali naunganNya adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang mempunyai kedudukan tinggi dan wajah yang cantik, kemudian dia berkata:

"Aku takut kepada Allah." Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat ganti yang lebih baik... dan seringkali satu keinginan syahwat itu akan penyesalan seumur hidup... Apa yang akan aku dapatkan dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan mengangkat cahaya dan nikmatnya iman dari hatiku... Tidak... tidak... Aku tidak akan mengerjakan perbuatan yang haram... Tetapi apa yang akan harus aku kerjakan. Apakah aku harus melemparkan diri dari jendela ini? Tidak bisa, jendela itu tertutup rapat dan sulit dibuka.

Kalau begitu aku harus mengolesi tubuhku dengan kotoran yang ada di WC ini, dengan harapan, bila nanti dia melihatku dalam kedaan begini, dia akan jijik dan akan membiarkanku pergi." Ternyata memang benar, ide yang terakhir ini yang dia jalankan. Dia mulai mengolesi tubunya dengan yang ada di situ. Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis dan berkata: "Ya Rabbi, hai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang mendorongku melakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku 'kebaikan' sebagai gantinya."

Kemudian dia keluardari kamar mandi, tatkala melihatnya dalam keadaan demikian, si wanita itu berteriak : "keluar kau hai orang gila!" Dia pun cepat-cepat keluar dengan perasaan takut diketahui orang-orang, jika mereka tahu, pasti akan berkomentar macam-macam tentang dirinya. Dia mengambil barang-barang dagangannya kemudian pergi berlalu, sementara orang-orang tertawa melihatnya. Akhirnya dia tiba dirumahnya , di situ dia bernapas lega. lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi membersihkan tubuhnya dengan sebersih-bersihnya.

Kemudian apa yang terjadi? Adakah Allah akan membiarkan hamba dan waliNya begitu saja? Tidak... Ternyata, ketiga dia keluar dari kamar mandi, Allah Subhanahu wa Ta'alah memberikan untuknya sebuah karunia yang besar, yang tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia, bahkan sampai setelah dia meninggal. Allah telah memberikan untuknya aroma yang harum semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orang dapat mencium aroma tersebut dari jarak beberapa meter. Sampai akhirnya dia memdapat julukan "Al-miski" (yang harum seperti kasturi). Subhanallah, memang benar, Allah telah memberikan untuknya sebagai ganti dari kotoran yang dapat hilang dalam sekejap dengan aroma wangi yang dapat tercium sepanjang masa. Ketika pemuda itu meninggal dan dikuburkan, mereka tulis diatas kuburanya "Ini kuburan Al-Misky", dan banyak orang yang menziarahinya.

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan membiarkan hambaNya yang shalih begitu saja, tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala akan selalu membelanya, Allah SWT senantiasa membela orang-orang yang beriman, Allah SWT berfirman dalam hadits QudsiNya yang artinya: "Bila dia (hamba) memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Mana orang-orang yang ingin memohon?!"

"Setiap sesuatu yang engkau tinggalkan, dan pengorbanan untuk amal yang dicintai Allah pasti ada gantinya. Begitu pula larangan yang datang dari Allah, bila engkau tinggalkan, akan ada ganjaran sebagai penggantinya."

Allah SWT akan memberikan ganti yang besar untuk sebuah pengorbanan. Allahu Akbar.

Manakah orang-orang yang mau meninggalkan maksiat dan taat kepada perintah Allah sehingga mereka berhak mendapatkan ganti yang besar untuk pengorbanan yang mereka berikan??
Tidakkah mereka mau menyambut seruan Allah, seruan Rasulullah SAW dan seruan fitrah yang suci?!

Rabu, 12 September 2012

HATI HANYA BISA DISENTUH DENGAN HATI

... === HATI HANYA BISA DISENTUH DENGAN HATI === ...

Suasana yang nyaman itu mahal,
Jangan dirusak oleh hal-hal yang remeh, dan hal-hal yang tak perlu

Kita harus pandai mengendalikan diri jaga lisan dari pertanyaan2/komentar2 sia-sia, tanyalah dengan jujur, perlukah?, manfaatkah? Tepatkah situasinya ?

Tidak mesti berkata ketika kita ingin bicara, namun berkatalah ketika hati sudah yakin
n perlu dan yakin manfaat


Tinggalkanlah hal-hal yang sia-sia, maka silaturahim akan jauh lebih nyaman


Bahasa ketulusan akan memancar dari lisan dan perilaku kita, betapapun dengan ucapan dan sikap yang amat sederhana


Kehangatan hanya datang dari kebeningan hati, yang tanpa prasangka, tanpa kesombongan, tanpa ujub dan riya


Memang hati hanya dapat disentuh oleh hati yang bening


Aa Gym

Selasa, 08 Mei 2012

Tasawuf Yang Sesungguhnya

Di antara kesesatan baru yang dimunculkan oleh kelompok Wahhabiyyah adalah penghinaan mereka terhadap tasawwuf dan para sufi secara keseluruhan. Dalam hal ini mereka telah menyalahi apa yang dikemukakan oleh panutan mereka sendiri yaitu Ibnu Taimiyyah, sebagaimana terdapat dalam kitab Syarh Hadits Nuzul bahwasanya Ibnu Taimiyyah memuji al-Junaid dan mengatakan bahwa beliau adalah Imam Huda (imam pembawa petunjuk). Mereka juga menyalahi pendapat Imam Ahmad, karena Imam Ahmad diceritakan pernah bertanya kepada Abu Hamzah dengan perkataan beliau: "Apa yang kamu katakan wahai sufi?". Pengingkaran mereka secara muthlaq ini menunjukkan akan kebodohan dan kesembronoan mereka.

Sufi adalah orang yang selalu berpegang teguh pada al-Qur'an dan Sunnah, menjalankan kewajiban, meninggalkan hal-hal yang diharamkan serta menjauhi kemewahan baik dalam pangan, sandang atau kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Sifat semacam inilah yang dimiliki oleh al-khulafa ar-Rasyidin, oleh karena itu Abu Nu'aim menyusun kitabnya yang berjudul hilyatul auliya dan memulainya dengan menyebutkan al-khulafa ar-Rasyidin, dengan tujuan untuk menujukkan siapa saja yang benar-benar sufi dari beberapa orang yang hanya mengaku-ngaku sufi, karena pada saat itu tersebar kesesatan dari beberapa orang dalam bertasawwuf, dan banyak sekali orang-orang yang mengaku sufi, padahal mereka sama sekali bukanlah ahli tasawwuf.

Orang-orang Wahhabi hendaklah mengetahui bahwasanya mereka sembrono dalam menghukumi tasawwuf, apa salahnya jika harus ada gelar "sufi", sementara para ulama seperti Ibnu Hibban banyak sekali menyebutkan para perawi yang terkenal dengan kesufiannya, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya: "Menceritakan kepada kami Musa ibn Khalaf dan beliau termsuk wali abdal". Begitu juga al-Baihaqy yang banyak meriwayatkan hadits dari ar-Raudzabary salah seorang sufi terkenal yang juga murid dari Imam al-Junaid ibn Muhammad radliyallahu 'anhuma. Kalau pengingkaran mereka itu hanya bertolak dari adanya gelar "sufi" maka seharusnya mereka juga mengingkari adanya sebutan "Syeikh .....", karena pada masa-masa awal kebangkitan Islam sama sekali tidak dikenal adanya gelar "syeikh" untuk para ulama, begitu juga gelar "Syaikhul Islam" bagi beberapa ulama yang hidup setelah abad ketiga Hijriyyah, lalu apa bedanya antara "sufi" dengan "syeikh", dan larangan seperti apakah yang mencegah adanya penggunaan istilah baru selama istilah tersebut tidak bertentangan dengan syara', sementara para ahli nahwu sendiri telah membuat istilah-istilah baru dalam hal i'rab, seperti: لا يجوز كذا، يجب كذا .

Adapun jika mereka menyalahkan gaya hidup para sufi yang selalu meninggalkan tana'um, maka berarti mereka juga menyalahkan para nabi, karena gaya hidup yang seperti itu juga diterapkan oleh para nabi dalam kehidupan mereka. Seperti Nabi Isa 'alaihissalam yang diceritakan bahwasanya beliau hanya makan daun-daunan mentah dan hanya memakai pakaian dari bulu. Begitu juga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang memiliki kebiasaan selama satu atau dua bulan tidak pernah makan makanan yang dimasak dan hanya makan kurma dan minum air. Sepantasnya bagi orang-orang Wahhabi untuk dikatakan kepada mereka sebuah bait sya'ir yang berbunyi:
وإذا لم تر الهلال فسلم # لأناس رأوه بالأبصار

Maknanya: "Jika kamu tidak bisa melihat bulan sabit, maka percayalah pada orang-orang yang telah melihatnya dengan mata kepala mereka".

Kalau seandainya mereka berkata bahwa hal itu bertentangan dengan firman Allah ta'ala:
قل من حرم زينة الله التي أخرج لعباده والطيبات من الرزق

Maknanya: "Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?".

Maka kita katakan kepada mereka: bedakan antara apa yang kalian pahami dengan pengertian tasawwuf yang sebenarnya, sesungguhnya para sufi sama sekali tidak mengharamkan tana'um pada perkara-perkara yang dihalalkan, tapi mereka hanya meninggalkan tana'um, karena mereka ingin mencontoh para nabi, dan karena memang ada hikmah-hikmah tertentu yang bisa mereka petik dari hal itu, diantaranya: meninggalkan tana'um bisa membantu seseorang menghilangkan sifat egois, juga bisa menumbuhkan sifat sabar dalam menghadapi kebangkrutan misalnya, menumbuhkan sifat ridlo dalam menjalani segala ketentuan (qadla) Allah dan menjauhkan diri dari sifat marah dalam menjalani segala ketentuan Allah.

Penulis : Kholil Abou Fateh
Kompilasi ebook oleh: M. Luqman Firmansyah
Sumber: allahadatanpatempat.wordpress.com

Membaca Al-Qur’an Untuk Orang Yang Sudah Meninggal


Membaca al Qur'an

Para ulama Ahlussunnah menyepakati bahwa doa dan istighfar seorang muslim yang masih hidup kepada Allah untuk orang yang telah mati itu bermanfaat. Demikian juga membaca al Qur'an di atas kubur juga bermanfaat terhadap mayyit. Dalil Kebolehan membaca al Qur'an di atas kubur adalah hadits bahwa Nabi membelah pelepah yang basah menjadi dua bagian kemudian Nabi menanamkan masing-masing di dua kuburan yang ada dan Rasulullah bersabda:
"لعله يخفف عنهما ما لم ييبسا " رواه الشيخان

Maknanya: "Semoga keduanya mendapatkan keringanan siksa kubur selama pelepah ini belum kering".

Dapat diambil dalil dari hadits ini bahwa boleh menancapkan pohon dan membaca al Qur'an di atas kubur, jika pohon saja bisa meringankan adzab kubur lebih–lebih bacaan al Qur'an orang mukmin. Imam Nawawi berkata: "Para ulama mengatakan sunnah hukumnya membaca al Qur'an di atas kubur berdasarkan pada hadits ini, karena jika bisa diharapkan keringanan siksa kubur dari tasbihnya pelepah kurma apalagi dari bacaan al Qur'an". Jelas bacaan al Qur'an dari manusia itu lebih agung dan lebih bermanfaat daripada tasbihnya pohon. Jika telah terbukti al Qur'an bermanfaat bagi sebagian orang yang ditimpa bahaya dalam hidupnya, maka mayit begitu juga.

Di antara dalil bahwa mayyit mendapat manfaat dari bacaan al Qur'an orang lain adalah hadits Ma'qil ibn Yasar:
"اقرءوا يس على موتاكم ”رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه وابن حبان وصححه

Maknanya : " Bacalah surat Yaasin untuk mayit kalian " (H.R Abu Dawud, an– Nasai, Ibn Majah dan Ibn Hibban dan dishahihkannya).

Hadits ini memang dinyatakan lemah oleh sebagian ahli hadits, tetapi Ibn Hibban mengatakan hadits ini shahih dan Abu Dawud diam (tidak mengomentarinya) maka dia tergolong hadits Hasan (sesuai dengan istilah Abu Dawud dalam Sunan-nya), dan al Hafizh as-Suyuthi juga mengatakan bahwa hadits ini Hasan.

Dalil yang lain adalah hadits Nabi:
(يس قلب القرءان لا يقرؤها رجل يريد الله و الدار الآخرة إلا غفر له، واقرءوها على موتاكم (رواه أحمد

Maknanya : " Yasin adalah hatinya al Qur'an, tidaklah dibaca oleh seorangpun karena mengharap ridla Allah dan akhirat kecuali diampuni oleh Allah dosa– dosanya, dan bacalah Yasin ini untuk mayit–mayit kalian " (H.R. Ahmad)

Ahmad bin Muhammad al Marrudzi berkata : "Saya mendengar Ahmad ibn Hanbal -semoga Allah merahmatinya- berkata: "Apabila kalian memasuki areal pekuburan maka bacalah surat al Fatihah dan Mu'awwidzatayn dan surat al Ikhlas dan hadiahkanlah pahalanya untuk ahli kubur karena sesungguhnya pahala bacaan itu akan sampai kepada mereka".

Al Khallal juga meriwayatkan dalam al Jami' dari asy-Sya'bi bahwa ia berkata:
انت الأنصار إذا مات لهم ميت اختلفوا إلى قبره يقرءون له القرءان

"Tradisi para sahabat Anshar jika meninggal salah seorang di antara mereka, maka mereka akan datang ke kuburnya silih berganti dan membacakan al Qur'an untuknya (mayit)".

Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari bahwasanya 'Aisyah -semoga Allah meridlainya- berkata : Alangkah sakitnya kepalaku lalu Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda :
ذاك لو كان وأنا حي فأ ستغفر لك وأدعو لك

Maknanya : "Jika itu terjadi (engkau sakit dan meninggal) dan aku masih hidup maka aku mohon ampun dan berdoa untukmu".

Perkataan Rasulullah " وأدعو لك "

(maka saya akan berdoa untukmu) ini, mencakup doa dengan segala bentuk dan macam–macamnya, maka termasuk doa seseorang setelah membaca beberapa ayat dari al Qur'an dengan tujuan supaya pahalanya disampaikan kepada mayit seperti dengan mengatakan :
اللهم أوصل ثواب ما قرأت إلى فلان

"Ya Allah sampaikanlah pahala bacaanku ini kepada si Fulan".

Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Ubayy ibn Ka'b bahwa dia berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku banyak bershalawat kepadamu maka berapa banyak sebaiknya aku bershalawat kepadamu ? Rasulullah menjawab : "terserah kamu" (H.R. Imam at–Turmudzi)

Sedangkan yang sering dikatakan orang bahwa Imam Syafi'i menyatakan bacaan al Qur'an tidak akan sampai kepada mayyit, maksud asy-Syafi'i adalah jika bacaan tersebut tidak dibarengi dengan doa Ii-shal - إيصال - (doa agar disampaikan pahala bacaan tersebut kepada mayit) atau bacaan tersebut tidak dilakukan di kuburan mayit karena asy-Syafi'i menyetujui kedua hal ini (membaca al Qur'an dengan diakhiri doa Ii-shal - إيصال - dan membaca al Qur'an di atas kuburan mayit). Imam an-Nawawi mengatakan: "Asy-Syafi'i dan tokoh-tokoh madzhab Syafi'i mengatakan: Disunnahkan dibaca di kuburan mayit ayat-ayat al Qur'an, dan jika dibacakan al Qur'an hingga khatam itu sangat baik".

Sebagian ahli bid'ah mengatakan tidak akan sampai pahala sesuatu apapun kepada si mayit dari orang lain yang masih hidup, baik doa ataupun yang lain. Perkataan mereka ini bertentangan dengan al Qur'an dan Sunnah. Bahwa mereka berdalil dengan firman Allah ta'ala:
(وأن ليس للإنسان إلا ما سعى (سورة النجم : 39

Ini adalah hal yang tidak tepat dan mesti ditolak karena maksud ayat ini bukanlah menafikan bahwa seseorang mendapatkan manfaat dari apa yang dikerjakan oleh orang lain seperti sedekah dan haji untuk orang yang telah meninggal, melainkan ayat ini menafikan kepemilikan terhadap amal orang lain. Amal orang lain adalah milik orang lain yang mengerjakankannya, karena itu jika ia mau ia bisa memberikan kepada orang lain dan jika tidak ia bisa memilikinya untuk dirinya sendiri. Allah subhanahu wata'ala tidak mengatakan tidak bermanfaat bagi seseorang kecuali amalnya sendiri.

Mereka yang menafikan secara mutlak tersebut adalah golongan Mu'tazilah. Imam Ahmad ibn Hanbal pernah mengingkari orang yang membaca al Qur'an di atas kuburan, namun kemudian sahabat (salah seorang murid dekat)nya menyampaikan kepadanya atsar dari sebagian sahabat yaitu Ibn Umar lalu dia ruju' dari pendapatnya tersebut. Al Bayhaqi dalam as-Sunan al Kubra meriwayatkan dengan sanad yang sahih bahwa Ibn Umar menganggap sunnah setelah mayit dikuburkan untuk dibacakan awal dan akhir surat al Baqarah. Salah seorang ulama Madzhab Hanbali, Asy-Syaththi al Hanbali dalam komentarnya atas kitab Ghayah al Muntaha, hlm. 260 mengatakan : "Dalam al Furu' dan Tashhih al Furu' dinyatakan : Tidak dimakruhkan membaca al Qur'an di atas kuburan dan di areal pekuburan, inilah yang ditegaskan oleh al Imam Ahmad, dan inilah pendapat madzhab Hanbali. Kemudian sebagian menyatakan hal itu mubah, sebagian mengatakan mustahabb (sunnah). Demikian juga disebutkan dalam al Iqna'".

Menghidangkan Makanan untuk orang yang datang ta'ziyah atau menghadiri undangan baca al Qur'an

Menghidangkan makanan yang dilakukan oleh keluarga mayit untuk orang yang datang ta'ziyah atau menghadiri undangan baca al Qur'an adalah boleh karena itu termasuk ikram adl-Dlayf (menghormat tamu). Dan dalam Islam ini adalah sesuatu yang dianjurkan. Sedangkan Hadits Jarir ibn 'Abdillah al Bajali bahwa ia mengatakan :
(كنّا نعد الاجتماع إلى أهل الميت وصنيعة الطعام بعد دفنه من النياحة (رواه أحمد بسند صحيح

Maknanya : "Kami di masa Rasulullah menganggap berkumpul di tempat mayit dan membuat makanan setelah dikuburkannya mayit sebagai Niyahah (meratapi mayit yang dilarang oleh Islam)" (H.R. Ahmad dengan sanad yang sahih)

Maksudnya adalah jika keluarga mayit membuat makanan tersebut untuk dihidangkan kepada para hadirin dengan tujuan al Fakhr ; berbangga diri supaya orang mengatakan bahwa mereka pemurah dan dermawan atau makanan tersebut disajikan kepada perempuan-perempuan agar menjerit-jerit, meratap sambil menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit, karena inilah yang biasa dilakukan oleh orang-orang di masa jahiliyah, mereka yang tidak beriman kepada akhirat itu. Dan inilah Niyahah yang termasuk perbuatan orang-orang di masa jahiliyyah dan dilarang oleh Nabi shallallahu 'alayhi wasallam .

Jika tujuannya bukan untuk itu, melainkan untuk menghormat tamu atau bersedekah untuk mayit dan meminta tolong agar dibacakan al Qur'an untuk mayit maka hal itu boleh dan tidak terlarang. Al Bukhari meriwayatkan dalam Sahih-nya dari Ibn 'Abbas bahwa Sa'd ibn 'Ubadah ibunya meninggal ketika dia pergi, kemudian ia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam : Wahai Rasulullah, Ibuku meninggal dan aku sedang tidak berada di tempat tersebut, apakah bermanfa'at baginya jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya ?, Rasulullah menjawab : "Ya", Sa'd berkata : (Kalau begitu) Saya bersaksi kepadamu bahwa kebunku yang sedang berbuah itu aku sedekahkan untuknya.

Tahlilan pada hari ke tiga, ke tujuh, ke seratus, ke seribu dan seterusnya

Tradisi ummat Islam mengundang para tetangga ke rumah mayit kemudian memberi makan mereka ini adalah sedekah yang mereka lakukan untuk si mayit dan dalam rangka membaca al Qur'an untuk mayit, dan jelas dua hal ini adalah hal yang boleh dilakukan. Sedekah untuk mayit jelas dibenarkan oleh hadits Nabi dalam Sahih al Bukhari. Sedangkan membaca al Qur'an untuk mayit, menurut mayoritas para ulama salaf dan Imam madzhab Hanafi, Maliki dan Hanbali pahalanya akan sampai kepada mayit, demikian dijelaskan oleh as-Suyuthi dalam Syarh ash-Shudur dan dikutip serta disetujui oleh al Hafizh Murtadla az-Zabidi dalam Syarh Ihya' 'Ulum ad-Din. Syekh Abdullah al Harari mengatakan : "Sedangkan yang sering dikatakan orang bahwa Imam asy-Syafi'i menyatakan bacaan al Qur'an tidak akan sampai kepada mayyit maksud asy-Syafi'i adalah jika bacaan tersebut tidak dibarengi dengan doa Ii-shal (doa agar disampaikan pahala bacaan kepada mayyit) atau bacaan tersebut tidak dilakukan di kuburan mayyit karena asy-Syafi'i menyetujui kedua hal ini (membaca al Qur'an dengan diakhiri doa Ii-shal dan membaca al Qur'an di atas kuburan mayyit)". (lihat Syarh Raudl ath-Thalib, Nihayatul Muhtaj, Qadla' al Arab fi As-ilah Halab dan kitab-kitab Fiqh Syaf'i yang lain).

Bahwa berkumpul untuk mendoakan mayit dan membaca al Qur'an untuknya pada hari ke tiga, ke tujuh, ke seratus, ke seribu dan seterusnya maka hukumnya adalah sebagai berikut :

Berkumpul di hari ke tiga tujuannya adalah berta'ziyah.
Berkumpul setelah hari ke tiga tujuannya adalah berta'ziyah bagi yang belum.
Bagi yang sudah berta'ziyah, berkumpul saja pada hari-hari tersebut bukanlah hal yang mutlak sunnah, tetapi kalau tujuan berkumpul tersebut adalah untuk membaca al Qur'an dan ini semua mengajak kepada kebaikan. Allah ta'ala berfirman : "Lakukanlah hal yang baik agar kalian beruntung" (Q.S. al Hajj : 77).

Penulis : Kholil Abou Fateh
Kompilasi ebook oleh: M. Luqman Firmansyah
Sumber: allahadatanpatempat.wordpress.com

Minggu, 06 Mei 2012

KISAH PEMUDA YANG BERNAMA 'UZAIR

Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan
pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk
memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik
buah-buahan dia pulang dengan keldainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keldai yang ditungganginya tersesat
jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahawa dia telah berada di
suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya
sendiri.
Sebaik sahaja dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru sahaja
diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi rosak-binasa sama sekali. Di
tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang
bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan
yang mengerikan itu, dia pun turun dari keldainya dengan membawa dua
keranjang buah-buahan. Manakala keldainya itu ditambat di situ, kemudian
dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi
melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat
manusia yang sudah busuk itu.
"Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan
oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?" begitulah pertanyaan yang datang
bertalu-talu da tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-longlai dan
kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan
semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat
luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur
terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus tahun lamanya.
Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai lapisan baru,
rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa
seratus tahun itu, segala-galanya sudah berubah, manakal 'Uzair tetap terus
tidur tersandar di dinding buruk itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa
lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur
berderai.
Kemudian jasad 'Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah
hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu
ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga 'Uzair hidup kembali seperti dahulu.
'Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari
keldai dan buah-buahannya di dalam keranjang dahulu.
Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya,
"Tahukah engkau ya 'Uzair berapa lama engkau tidur?"
Tanpa berfikir panjang 'Uzair menjawab, "Saya tertidur sehari dua ataupun
setengah hari."
Lalu malaikat pun berkata kepadanya, "Bahawa engkau terdampar di sini
genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan
berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga
panas terik. Dalam masa yang begitu panjang, makanan engkau tetap baik
keadaannya. Tetapi cuba lihat keadaan keldai itu, dia sendiri pun sudah
hancur dan dagingnya sudah busuk."
Berkata malaikat lagi, "Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh.
Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang
sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan
dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia
yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala
perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya iman
engkau tetap dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tiada syak dan ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu."
Setelah 'Uzair melihat makanan dan keldainya yang sudah hancur itu, maka
'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahawa Allah itu adalah berkuasa
ke atas tiap-tiap sesuatu." Tiba-tiba keldai yang sudah hancur berderai itu
dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi
seperti sediakala iaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana
sebelum mati. Maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahawa
Allah berkuasa di atas segala-galanya." Lalu dia pun terus mengambil
keldainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu
dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali. Dilihatnya segala-gala
telah berubah. Dia cuba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun
dahulu. Setelah menempuhi berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke
rumahnya. Sebaik sahaja dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah
pun buruk di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia
memandang keadaan sekeliling rumahnya, dia ternampak seorang
perempuan tua, lantas dia pun bertanya, "Inikah rumah tuan 'Uzair?"
"Ya," jawab perempuan itu. "Inilah rumah 'Uzair dahulu, tetapi 'Uzair telah
lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang
pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain
kali ini sahaja." Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata.
'Sayalah 'Uzair," jawab 'Uzair dengan pantas. "Saya telah dimatikan oleh
Tuhan seratus tahun dahulu dan sekrang saya sudah dihidupkan oleh Allah
kembali."
Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata,
"'Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh
Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit
tenat." Sambunya lagi, "Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah
tua dan lemah, mata saya telah pun buta kerana selalu menangis
terkenangkan 'Uzair. Kalaulah tuan ini 'Uzair maka cubalah tuan doakan
kepada Tuhan suaya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan."
"Uzair pun mendaha kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadrat
Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan
lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan
kembali muda. Setelah merenung wajah 'Uzair dia pun berkata, "Benar,
tuanlah 'Uzair. Saya masih ingat." Hambanya itu terus mencium tangan 'Uzair
lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. 'Uzair
memperkenalkan dirinya bahawa dialah 'Uzair yang pernah hidup di kampung
itu lebih seratus tahun yang lalu.
Berita itu bukan sahaja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan
dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu
menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Kerana itu mereka
ingin menguji kebenaran 'Uzair. Kemudian datanglah anak kandungnya
sendiri seraya bertanya, "Saya masih ingat bahawa bapa saya mempunyai
tanda di punggungnya. Cubalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia
'Uzair."
Tanda itu memang ada pada 'Uzair, lalu percayalah sebahagian daripada
mereka. Akan tetapi sebahagian lagi mahukan bukti yang lebih nyata, maka
mereka berkata kepada 'Uzair, "Bahawa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke
atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab
suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat
kecuali 'Uzair sahaja. Kalau benarlah tuan Uzair, cubalah tuan sebutkan isi
Taurat yang betul."
'Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta
tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya
bahawa sungguh benar itulah 'Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil
punpercaya bahawa dialah 'Uzair yang telah mati dan dihidupkan semual oleh
Tuhan. Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan 'Uzair
serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebahagian
daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap 'Uzair sebagai anak Tuhan
pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak samada 'Uzair mahupun Isa
kerana semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka. Janganlah kita was-was tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang
menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan
sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, ubatnya hanya satu sahaja, hendaklah dia
membaca dan memahami al-Qur'an, was-was terhadap kekuasaan Allah itu
hanya datangnya dari syaitan.
Allah S.W.T telah meletakkan komputer dalam kepala kita untuk berfikir, oleh
itu gunakanlah akal kita untuk berfikir.

AYAT KURSI MENJELANG TIDUR

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga
gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu
mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut
dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga
kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga
tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."
Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan
diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya
jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka
bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya
Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak
dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan
pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.
"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."
Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan
kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu
mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah,
sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya
orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali
lagi."
Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini
pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada
Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah
mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri
itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran
penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya
dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh
pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh
Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan
melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu
datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu
dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ?
Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini
tidak akan kuberikan ampun."
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok
bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga.
"Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama
kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah
ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam
kepura-puraan pada gerak-gerinya.
"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau
berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga.
Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang
menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan
dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata :
"Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat
berguna."
"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.
"Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu.. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan
selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani
mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri
keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk
melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang
pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu
Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya
lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa
Huwal-Hayyul Qayyuuumu.. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia
katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga
oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."
Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah
berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi
S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang
bertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."

MANUSIA BERHADAPAN DENGAN ENAM PERSIMPANGAN

Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di
sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan
semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di
atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa
mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia
mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh
menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta
mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud,
"....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."
Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa
yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa
yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa
yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa
yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.
Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya
semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."
Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh
itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat
tepat pada sasarannya.

LIMA WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH
S.A.W

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah
S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :
· Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya
Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
· Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
· Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
· Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun
tidak ada kuasa di tangan mereka.
· Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya
pertolongan itu berserta qiamullail.
Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu,
dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada
mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat
saya takut kepada Allah S.W.T.
Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :
· Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran
hatinya.
· Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata
himat darinya.
· Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan
sangat kemanisan ibadahnya.
· Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul
khatimahnya.
· Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
· Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu
harapkan sangat kelurusan agamanya.
· Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan
keredhaan Allah daripadanya."

MANUSIA BERHADAPAN DENGAN ENAM PERSIMPANGAN

Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di
sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan
semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di
atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa
mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia
mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh
menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta
mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud,
"....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."
Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa
yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa
yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa
yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa
yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.
Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya
semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."
Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh
itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat
tepat pada sasarannya.

LIMA WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH
S.A.W

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah
S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :
· Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya
Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
· Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
· Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
· Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun
tidak ada kuasa di tangan mereka.
· Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya
pertolongan itu berserta qiamullail.
Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu,
dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada
mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat
saya takut kepada Allah S.W.T.
Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :
· Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran
hatinya.
· Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata
himat darinya.
· Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan
sangat kemanisan ibadahnya.
· Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul
khatimahnya.
· Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
· Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu
harapkan sangat kelurusan agamanya.
· Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan
keredhaan Allah daripadanya."

KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADA HARI TERSEBUT

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Sesiapa yang
berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi
kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari
Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan
berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang
mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan
menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi
makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari
Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat
Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."
Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W,
adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka
berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan
langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura,
menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga
Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan
Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura,
Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan
penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat
Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud
pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga
pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

KISAH NAFSU YANG DEGIL PADA PERINTAH ALLAH

Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir
Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah,
menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal,
maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal
mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T.,
kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah
engkau!", lalu akal pun berbalik.
Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal!
Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang
menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."
Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan
makhluk yang lebih mulia daripada engkau."
Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang
bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab
sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang
bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku
adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."
Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun,
dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang
bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku
adalah aku dan Engkau adalah Engkau."
Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun.
Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah
engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku
adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku."
Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka
Allah S.W.T mewajibkan puasa.
Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat
jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu
mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi
musnah.

TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima
seseorang itu selepas matinya.
1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu
digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum
daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang
yang membacanya.
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya
baik dari manusia atau burung.
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh
orang yang mempelajarinya.
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu
mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya
8. Yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang
mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan
ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah
mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

KISAH NERAKA JAHANNAM

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu
adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya
memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada
setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu
terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya
pula terdapat 70,000 lembah dari api.
Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat
70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000
kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000
kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai
70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala
tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.
Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan
dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka
Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di
sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka
disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di
atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila
terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan
memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."
Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda :
"Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka
Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik
oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu
besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6
yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi
keras."
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan
setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana
kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka
nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan
sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.

KISAH BUMI DAN LANGIT

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa
bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik
dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-tanaman, beberapa
gunung dan lain-lain."
Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari,
bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada
padaku."
Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk
bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang
yang baik)."
Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan
bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam,
seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang
paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga
di tempatku."
Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit
mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah,
Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila
mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh
itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan
kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan
berbangga."
Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T
memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah
engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau
mencabut nyawa pada malam ini."
Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"
Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah
engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad
dengan buraq itu."
Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang
bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat
nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada
seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S.
menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama
Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam
hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu
makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."
Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang
engkau rindukan itu."
Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan
membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.
Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam
perjalanan Israk dan Mikraj.
sorry-desi-glitters-2.gif